Pilkada Solo 2020: Saksi Bajo Jadi Persoalan, Ini Respons Tikus Pithi

Begini tanggapan Tikus Pithi soal saksi Bajo dari luar kota yang dipersoalkan.

SOLOPOS.COM - Saksi Tim Bajo yang bertugas di TPS 18 Kelurahan Pucangsawit, Djoko Heru Angkoso, menunjukkan hasil rapid test nonreaktif, Rabu (9/12/2020). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO – Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo, Sigit Prawoso, menjelaskan duduk perkara soal pengusiran salah satu saksi dari pihak Bajo. Dia mengaku mendengar informasi di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), F.X. Hadi Rudyatmo tidak bisa menerima keberadaan saksi dari pihaknya karena berasal dari luar Kota Solo.

Menanggapi hal tersebut, Sigit menyebut sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia mendapat informasi bahwa syarat menjadi saksi di TPS hanya hasil rapid tes dan membawa surat mandat dari tim pemenangan atau pasangan calon.

Sigit Prawoso saat dijumpai wartawan Rabu (9/12/2020) menyebut sesuai mendapat informasi dari KPU, saksi dari luar daerah tidak bisa ditolak. Apalagi jika kedua syarat itu bisa diserahkan kepada KPPS. Bahkan, ia menerima informasi hal itu juga telah sesuai PKPU.

Sering Akibatkan Kecelakaan, Tanjakan Ndaskali Wonogiri Dikepras

“Kami tidak bisa menerima perlakuan itu hanya dengan kepentingan-kepentingan tertentu menolak saksi kami yang sudah jauh-jauh hari kami sampaikan ke KPU bahwa saksi kami dari luar daerah untuk lancarnya Pilkada. Saya tidak ada masalah, namun teman-teman peta politik di Solo. Mereka hanya menjalankan tugas sesuai arahan berdasarkan PKPU,” papar Sigit.

Ia menambahkan segera menuju ke lokasi dan menemui F.X. Hadi Rudyatmo karena dapat menjadi pijakan oknum-oknum untuk mengusir saksi-saksi lain dari pihak Bajo. Ia menyebut tidak ada dasar pengusiran tim saksi karena seluruhnya sudah berjalan sesuai PKPU. Termasuk, ketentuan untuk melaporkan ke Ketua RT atau Ketua RW.

Sementara itu, Pimpinan Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, pendukung pasangan calon nomor dua itu menyebut pihaknya mengikuti aturan dan ketentuan yang ada. Ia menyebut sesuai pernyataan KPU saksi Bajo dari luar Kota Solo tidak menjadi persoalan.

“Kalau tadi malam bukan pengusiran, hanya salah komunikasi. Tidak ada masalah,” papar Tuntas.

Tak Jadi Di Benteng Vastenburg, Karantina Pemudik Pindah Ke Solo Technopark

Ia menjelaskan kejadian semalam di wilayah Jebres sempat terjadi miskomunikasi. Ia menjelaskan karena gedung pendidikan tidak boleh untuk kegiatan politik, ia memilih pindah ke hotel kawasan terminal.

Ia menambahkan di setiap TPS ada sekitar dua orang saksi dari tim Bajo. Menurutnya, seluruh elemen mengawasi di setiap TPS dalam koalisi rakyat. Ia menjelaskan saksi-saksi telah mengikuti mekanisme seperti berbekal hasil rapid test.

Cerita Saksi Soal Baku Tembak Polisi dan Laskar FPI di Tol: Ada Suara Tembakan, Suasana Mencekam

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...