Pilkada Solo 2005: Titik Awal Jokowi Terjun ke Dunia Politik

Presiden  Joko Widodo (Jokowi) memulai karier politiknya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Solo 2005 bersama pendampingnya Hadi Rudyatmo.

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antaranews.com/twitter @jokowi)

Solopos.com, SOLO—Presiden  Joko Widodo (Jokowi) memulai karier politiknya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Solo pada 2005.

Presiden ketujuh Republik Indonesia ini, mengawali karier politiknya di Pemilihan Wali kota dan Wakil Wali kota (Pilwalkot) Solo pada 2005 bersama F.X. Hadi Rudyatmo.

Pilwalkot itu bertujuan mencari Wali Kota dan Wakilnya untuk memimpin Kota Solo tahun 2005 sampai 2010. Ajang pertarungan politik kota solo tersebut dilaksanakan tanggal 27 Juni 2005.

Dalam ajang pertarungan politik itu, terdapat tiga pasangan calon lain selain Joko Widodo dan F.X. Hadi Rudyatmo yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Tiga calon tersebut adalah Achmad Purnomo dan Istar Yunardi yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN); Hardono dan Dipokusumo yang diusung tiga partai yaitu partai Golongan Karya (Golkar), Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian, mantan Wali Kota Surakarta periode sebelumnya, Slamet Suryanto bersama Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Damai Sejahtera Hengky Nartosabdo yang diusung koalisi empat belas partai kecil.

Begini Skema Pembelajaran Tatap Muka Di Wonogiri, Belajar Di Sekolah Maksimal 2 Jam

Banyak Surat Suara Rusak

Dikutip dari detik.com, Jumat (7/6/2020), pasangan Joko Widodo dan Hadi Rudyatmo waktu itu unggul dalam perolehan suara akhir di Pilwalkot Solo.

Setelah seluruh suara dari 1.385 tempat pemungutan suara (TPS) masuk di Komisi Pemilihan Umun Daerah (KPUD) Kota Solo, Selasa (28/6/2005), Jokowi dan Rudy yang diajukan PDIP dan didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meraih 99.747 suara.

Saingan terdekatnya, Achmad Purnomo dan Istar Yuliadi mendapat 79.213 suara, disusul Hardono dan Dipokusumo 78.989 suara. Sedangkan, Slamet Suryanto dan Hengky Nartosabdo hanya mampu mendapat 14.414 suara.

Kasus Konfirmasi Positif Corona Solo Disebut Punya Ekor Panjang, Begini Penjelasannya

Dari persentase suara sah Jokowi dan Rudy mendapat 36,62 persen, Purnomo dan Istar 29,08 persen, Hardono dan Dipo 29 persen dan Slamet dan Hengky 5,29 persen. Dengan total suara tersebut maka warga Solo yang menggunakan hak pilihnya secara sah hanyalah 272.363 atau 72,32 persen. Selebihnya yaitu 104.248 suara atau 27,68 persen masuk dalam kategori golput dan yang dinyatakan sebagai suara rusak.

Terpilihnya Jokowi dan Rudy menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo periode 2005 sampai 2010 menggatikan Slamet Suryanto yang sebelumnya juga Menjadi Wali Kota Solo dan lawan politik Jokowi dan Rudi dalam Pilwalkot Solo 2005. Inilah yang menjadi titik awal Jokowi berkarier dalam dunia politik di Indonesia.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng : Ada 16 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilkada 2020

Solopos.com, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan...

Bawaslu Awasi Medsos Paslon di Pilkada Grobogan 2020

Solopos.com, PURWODADI -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Grobogan terus melakukan pengawasan tahapan kampanye Pilkada Grobogan 2020. Tidak...

Dikritik Program Belum Terealisasi, Cabup Petahana Sragen Langsung Kasih Jawaban

Solopos.com, SRAGEN — Calon bupati (cabup) petahana di Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan terdapat 8.569 lapangan...

Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sukoharjo kembali memperpanjang pendaftaran rekrutmen calon pengawas tempat pemungutan suara atau...

Bawaslu Boyolali Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS 10 Kecamatan, Kekurangan Paling Banyak Ngemplak

Solopos.com, BOYOLALI -- Masa pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara atau TPS Pilkada Boyolali 2020 diperpanjang hingga Senin (19/10/2020). Perpanjangan...

KPU Wonogiri Coret 57.497 Data Tak Memenuhi Syarat

Solopos.com, WONOGIRI—Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mencoret 57.497 data pemilih tak memenuhi syarat (TMS) melalui tahapan pencocokan, penelitian, pencermatan, dan...

Gibran-Teguh Panasi Mesin Tim Pemenangan Internal PAN Solo, Ini Targetnya

Solopos.com, SOLO -- DPD PAN Solo mengukuhkan tim pemenangan untuk pasangan cawali-cawawali, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, pada...

Saat Sri Mulyani Bicara Pengembangan Wisata Klaten hingga Hobi Olahraga

Solopos.com, SOLO-- Klaten terkenal dengan surganya wisata air, mulai dari Umbul Ponggok yang sudah terkenal dengan hingga mancanegara hingga...

Romantis, Ini Cerita Sri Mulyani tentang LDR hingga Drakor

Solopos.com, SOLO- Sebagai ibu rumah tangga dan istri, Calon Bupati Klaten Sri Mulyani pastinya memiliki kegiatan yang padat. Beruntungnya,...

Jumlah Pemilih Terbanyak Pilkada Klaten Ada di Trucuk, Kebonarum Paling Sedikit

Solopos.com, KLATEN — Jumlah pemilih terbanyak di Pilkada Kalten 2020 berada di Kecamatan Trucuk. Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit...