Perlakuan Rasialis ke JNE Didasari Persaingan Bisnis
Direktur Utama JNE Mohamad Feriadi dalam Diskusi Bisnis yang diselenggarakan secara virtual oleh JIBI, Kamis (30/4/2020). (Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir diserang rasialis atau orang-orang yang mempertahankan perbedaan—dalam politik, sosial, ekonomi—ras, suku, bangsa, atau hak suku-suku bangsa. Perusahaan jasa pengiriman JNE itu menduga ramainya #BoikotJNE di media sosial terutama Twitter, Sabtu (12/12/2020) lalu itu, berkaitan dengan persaingan usaha.

Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi menuturkan isu politik memang tengah berkembang pada Desember 2020 ini, sehingga dimunculkan pada waktu krusial tersebut mengenai JNE yang terkait dengan aktivitas politik. Padahal, momen Desember pun menjadi momen yang ditunggu oleh perusahaan jasa kurir.

Lumba-Lumba Tersesat di  Sungai Aceh Viral di Medsos

Dia menyebut pada Desember setiap tahunnya ada satu tanggal di mana pada tanggal tersebut, yaitu pada 12 Desember atau 12.12, perusahaan logistik pasti akan menunggu tanggal tersebut.

"Kenapa? Karena pada tanggal tersebut itu terjadi Harbolnas di mana banyak bisnis online melakukan promo-promo. Kami menduga, sekali lagi kami menduga bahwa ini semua dikaitkan adanya persaingan usaha," jelasnya dalam konferensi pers bertajuk Hak Jawab JNE atas Pemberitaan Afiliasi dengan Ormas, Rabu (16/12/2020).

Maki Kadal Gurun

JNE menggelar konferensi pers menjawab mengenai isu yang beredar di media sosial seiring sempat menjadi trending topic #BoikotJNE dan #JNEKardun. JNE melakukan konferensi pers bersama penasihat hukum kenamaan Hotman Paris Hutapea, Rabu (16/12/2020), di salah satu cafe di kawasan Jakarta Utara.

Hotman Paris pun menanyakan kembali kepada Feriadi mengenai pernyataan adanya dugaan persaingan usaha terkait itu, "Jadi bapak tahu siapa musuhnya? Biar kita langsung bawakan ke Polda Metro Jaya?"

6 Zodiak Ini Mungkin Partner Terbaikmu saat Berlibur

"Belum, tapi ada indikasi itu. Kami melihat kelihatannya ada ke arah sana," kata Feriadi.

Salah satu yang menjadi indikasinya yakni peristiwa heboh tersebut terjadi pada momentum Harbolnas yang menjadi musim puncak jasa kurir. Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri jika benar ada upaya menurunkan kinerja JNE di tengah musim puncak tersebut.

"Soalnya di mana-mana terlalu banyak itu gosip itu [#BoikotJNE] di grup-grup. Dan pasti kalau tidak ada motivasi tidak mungkin seagresif itu dia kan," ujar Hotman.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom