Percekcokan Sambo-Putri dan Detik-Detik Pembunuhan Brigadir J

 Percekcokan antara Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya di Magelang diduga menjadi pemicu pembunuhan terhadap Brigadir J.

 Rekaman CCTV Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo Jl Saguling III, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022. (Youtube)

SOLOPOS.COM - Rekaman CCTV Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo Jl Saguling III, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022. (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA — Percekcokan antara Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi di akhir acara perayaan ulang tahun pernikahan mereka di Magelang diduga menjadi pemicu pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) pada 8 Juli 2022.

Berikut rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Brigadir J, yang disusun Solopos.com dari berbagai sumber, Selasa (16/8/2022):

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

1. Pulang ke Jakarta

Setelah cekcok dengan sang istri, Ferdy Sambo pulang ke Jakarta dengan didampingi ajudannya, Briptu Daden, pada 7 Juli 2022 menggunakan pesawat terbang.

Sementara itu, Putri Candrawathi dan para ajudan lainnya kembali ke Jakarta menggunakan jalur darat pada 8 Juli 2022 pagi.

Baca Juga: Ultah Pernikahan Ferdy Sambo di Magelang Picu Pembunuhan Brigadir J

Saat pulang ke Jakarta, Brigadir J sudah tidak semobil dengan Putri Candrawathi.

Padahal Brigadir J merupakan anggota Brimob yang bertugas sebagai sopir Putri Candrawathi.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh Komnas HAM, Brigadir J semobil dengan Bripka Ricky Rizal sedangkan Putri bersama Bharada E, Kuat Ma’ruf dan S di mobil lainnya.

Baca Juga: Pascaisu Ferdy Sambo Bos Judi, Ratusan Penjudi Digulung Polisi

Dari rekaman CCTV itu terlihat iring-iringan rombongan Putri melintasi jembatan penyeberangan orang di Mampang, Jakarta Selatan pada pukul 15.32 WIB.

2. Rumah Pribadi Sambo

Rekaman CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta, memperlihatkan pada pukul 15.29 WIB Sambo memasuki rumah dengan memakai baju dinas Polri.

Selang 12 menit kemudian, rombongan mobil Putri Sambo tiba di rumah tersebut pada pukul 15.40 WIB.

Putri terlihat mengenakan sweater hijau dengan setelan celana legging hitam, disusul Bharada E, Ricky Rizal, dan Brigadir J yang menurunkan tas dari mobil.

Baca Juga: Timsus Diserang, Staf Ahli Kapolri: Ada Faksi-Faksi di Kepolisian

Putri kemudian menjalani tes PCR di lantai satu. Setelah itu ia menemui suaminya.

Menurut Komnas HAM, dalam rekaman CCTV terlihat Sambo dan Putri terlibat percakapan yang sangat mempengaruhi tindakan keji untuk membunuh Brigadir J.

“Dalam rekaman yang kami dapatkan dari kurang lebih satu jam, yang kita juga tadi tanyakan apa yang terjadi dalam peristiwa itu. Dan ternyata memang ada komunikasi antara Sambo dan Ibu sehingga memang sangat mempengaruhi peristiwa yang ada di TKP rumah dinas Duren Tiga,” kata anggota Komnas HAM Choirul Anam, beberapa hari lalu.

Baca Juga: IPW Sebut Timsus Kapolri Diserang Balik Kelompok Ferdy Sambo

Dalam rekaman CCTV, pada pukul 15.49 WIB Brigadir J terlihat menurunkan tas dari mobil lalu berjalan menuju ke dalam rumah.

Brigadir J dan Bharada E lantas melakukan tes PCR di lantai satu, setelah itu keduanya keluar dari rumah pribadi Sambo.

Pengacara Bharada E yang baru, Ronny Talapessy, mengungkapkan pada sela waktu ini, Sambo memanggil Brigadir Ricky dan memintanya mengeksekusi Brigadir J.

Baca Juga: IPW: Brigadir J Tahu Banyak Praktik Lancung Ferdy Sambo

Namun Ricky tidak berani. Sambo akhirnya memanggil Bharada E.

“Klien kami memang orang terakhir yang dipanggil (oleh Sambo),” kata Ronny Talapessy, dikutip dari kanal Youtube MetroTV.

Pada pukul 16.31 WIB, Brigadir J masih melakukan panggilan telepon via WhatsApp dengan pacarnya, Vera Hutabarat.

Baca Juga: Ferdy Sambo Diterpa Isu Judi dan Narkoba di Balik Kematian Brigadir J

Hal itu diungkap pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

“Tapi Yosua tidak bisa menerima telepon lama-lama. Dia bilang ‘Bentar ya, Dik. Nanti Abang telepon lagi’,” ujarnya menirukan pengakuan Vera Hutabarat.

3. Rumah Dinas Sambo

Sekitar 30 menit kemudian, rombongan Putri meninggalkan rumah pribadi di Jalan Saguling III menuju rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, yang berjarak sekitar 500 meter.

Rekaman CCTV memperlihatkan mereka tiba di rumah dinas pada pukul 17.09 WIB.

Baca Juga: Kasus Ferdy Sambo dan Satgassus Merah Putih yang Dibubarkan Kapolri

Berdasarkan pernyataan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Brigadir J tidak masuk ke dalam rumah melainkan menunggu di pekarangan.

“Semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Yosua tidak berada di dalam rumah tapi di pekarangan depan rumah. Almarhum J masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS,” kata Agus, seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Ketika Brigadir J memasuki rumah, di dekat Ferdy Sambo sudah ada Kuat Ma’ruf, Brigadir Ricky, dan Bharada E.

Baca Juga: Ini Dia Lokasi Rumah Ferdy Sambo di Magelang

Sementara Putri Candrawathi berada di dalam kamar.

Sambo kemudian memerintahkan Brigadir J berlutut dan melipatkan kedua tangannya di belakang kepala.

Sambo kemudian berteriak memberi komando Bharada E untuk menembak. “Tembak, tembak, tembak!”

Baca Juga: IPW Sebut Timsus Kapolri Diserang Balik Kelompok Ferdy Sambo

“Dia mikirnya kalau tidak menembak, Ferdy Sambo akan gelap mata dan menembak Brigadir J. Lalu dia sebagai saksi mata juga akan ditembak biar tidak ada saksi lagi. Daripada dia ikut mati akhirnya menembak Brigadir J. Begitu suasana psikologinya saat itu,” kata pengacara Deolipa Yumara saat masih menjadi pengacara Bharada E, seperti dikutip dari kanal Youtube Uya Kuya TV.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.

      Warganet Dukung Bharada Eliezer: Terima Kasih, Teruslah Jujur demi Yosua

      Warganet mendukung Eliezer yang merupakan penembak Yosua itu terus berkata jujur di persidangan.

      Anggota Brimob Diadang lalu Ditembaki di Papua, 2 Tertembak, 1 Gugur

      Petugas patroli Damai Cartenz ditembaki ketika melintas di Dekai, Kabupaten Yahukimo hingga terjadi baku tembak.

      Fakta Persidangan: Sebelum Dibunuh Yosua Sempat akan Dicelakai di Jalan

      Bripka Ricky Rizal disebut berniat menabrakkan sisi kiri mobil yang ditempati Brigadir Yosua.

      Breaking News, 1 Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak Brimob dan KKB Papua terjadi di KM 9 Dekai, Kabupaten Yahukimo.