Penumpang Bus Wonogiri-Jabodetabek Mulai Menurun, Pengawasan Tetap Dilaksanakan
Penumpang tengah menunggu keberangkatan bus ke wilayah Jabodetabek di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri beberapa waktu lalu. (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI — Jumlah penumpang bus Wonogiri-Jabodetabek untuk kedatangan dan keberangkatan di Terminal Giri Adipura Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mulai normal kembali pada Senin (15/9/2020). Hal itu bertepatan dengan hari pertama pembatasan sosial berskala besar di DKI Jakarta diterapkan.

Dibandingkan pada Minggu (13/9/2020), jumlah penumpang pada Senin dari Wonogiri menuju wilayah Jabodetabek dan sebaliknya sudah mengalami penurunan.

Berdasarkan data produksi Terminal Giri Adipura Wonogiri, jumlah penumpang kedatangan pada Senin sebanyak 1.422 orang. Sedangkan penumpang keberangkatan sebanyak 1.286 orang.

Sedangkan pada Minggu, saat terjadi lonjakan penumpang, jumlah penumpang kedatangan sebanyak 2.286 oraang. Sedangkan penumpang keberangkatan sebanyak 2.079 orang.

Di Lereng Merapi Daerah Klaten Ini Dilarang Teriak-Teriak Kalau Enggak Pengin Kesurupan

Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan dan memantau perkembangan penumpang bus meski telah terjadi penurunan, terutama untuk Wonogiri-Jabodetabek. "Ini kan masih awal penerapan PSBB di Jakarta, mobilitas penumpang masih tetap kami pantau," kata dia kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Agus mengaku dirinya telah menerima surat dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah. Surat bernomor 551.21/17766 tersebut mendasari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan memberlakukan PSBB kembali mulai tanggal 14 September 2020.

Surat itu berisi tentang antisipasi kedatangan pemudik sebagai dampak pemberlakuan PSBB di Jakarta. Dikhawatirkan ada peningkatan mobilitas atau pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta.

Sukiman: Saya Menyerah Nyalon Bupati di Sragen Kali Ini, Tunggu 2024!

Petugas terminal diminta untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penumpang bus AKAP yang datang di terminal, terutama bus yang berasal dari wilayah Jabodetabek.

"Bulan Suro di tengah pandemi Covid-19 tidak bisa diprediksi jumlah penumpang kedatangannya. Pada tahun sebelumnya saat Suro biasanya sepi. Maka kami pantau terus," kata Agus.

Ketua Umum Paguyuban Wonogiri Manunggal Sedyo (Pawonmas), Agus Suparyanto, mengatakan hingga saat ini eksodus yang dilakukan kaum boro dari Jakarta menuju Wonogiri tergolong rendah.

"Masih banyak kaum boro yang masih bertahan di Jakarta dan sekitarnya. Kemungkinan dampaknya tidak seperti ketika PSBB awal diterapkan. Karena sebagian warga sudah mengetahui cara bertahan hidup saat PSBB," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom