Di Lereng Merapi Daerah Klaten Ini Dilarang Teriak-Teriak Kalau Enggak Pengin Kesurupan
Warga Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten berjalan di kampung mereka di lereng Merapi. (Solopos-Taufiq SIdik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bertekad menjadi desa wisata di lereng Gunung Merapi. Saat berkunjung ke dukuh di lereng Gunung Merapi itu, sejumlah pengunjung dilarang bengok-bengok atau teriak-teriak jika tak ingin kesurupan.

"Kalau ke sini yang terpenting niatnya. Hal yang harus diperhatikan jangan sampai bengok-bengok. Harus menjaga sikap. Sekitar tiga tahun lalu itu, ada seorang cewek yang kejang-kejang karena kesurupan," kata Ketua RT 007/RW 002 Girpasang, Tegalmulyo, Sugino, saat ditemui Solopos.com, Sabtu (12/9/2020).

Kisah Unik Pria Trucuk Klaten yang Tinggal di Makam: Pernah Berjaya Jadi Dukun Togel

Terpisah, sesepuh di Girpasang, Mbah Patmo, 70, mengatakan di daerahnya memiliki aura mistis yang kuat. Sehingga pengunjung yang datang ke daerahnya harus menjaga sikap. Daerah Girpasang hanya berjarak empat kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Di Girpasang rada wingit. Larangane ten mriki niku mboten kenging bengok-bengok [Di Girpasang agak angker. Larangannya itu tidak boleh teriak-teriak]," katanya.

Terpencil

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di Girpasang ini hanya dihuni 12 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 35 jiwa. Belasan KK itu tinggal di 10 rumah.

Kawasan dilarang teriak-teriak jika tak ingin kesurupan itu menjadi daerah terpencil di lereng Gunung Merapi. Setiap pengunjung yang ingin masuk ke Dukuh Girpasang harus melewati jurang sedalam 100-an meter.

Saat ini, jalan menuju ke Girpasang sudah terdapat ribuan anak tangga. Keberadaan anak tangga itu biasa disebut 1.001 anak tangga. Anak tangga itu guna memudahkan pengunjung saat menempuh perjalanan sepanjang 2 km memuju Girpasang. Rata-rata, perjalanan tersebut ditempuh setengah jam hingga satu jam.

Sempat Gerayangi Janda, Pelaku Batal Perkosa & Lari Tanpa Celana Usai Anak Korban Nangis

Di samping ribuan anak tangga, warga Girpasang mengakali jarak tempuh yang dinilai melelahkan itu. Di Girpasang disediakan gondola khusus pengangkut barang.

Sugino mengatakan Girpasang diproyeksikan menjadi desa wisata di lereng Gunung Merapi. Sejauh ini, di Girpasang juga terus berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung desa wisata.

"Kami juga lengkapi kawasan Girpasang dengan gazebo hasil bantuan dari Polres Klaten," katannya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom