Pengelola Tempat Wisata di Wonogiri Boleh Buka, Asal…
Pekerja menanam tanaman bunga di taman Wisata Bimardi Farm and Park, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, Selasa (1/12/2020). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah pengelola tempat wisata mulai bersiap membuka usahanya setelah Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengizinkan dengan syarat tertentu. Namun, ada yang sudah dibuka dengan status uji coba.

Sebagai informasi, pengelola boleh membuka tempat wisata tetapi sifatnya uji coba. Hanya pengelola yang sudah mengajukan permohonan pembukaan kepada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata yang boleh melakukannya. Setelah mengajukan permohonan, Satuan Tugas atau Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri akan mengecek kesiapan penerapan protokol kesehatan di lokasi. Uji coba berlangsung 30 hari.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, hingga Senin (30/11), terdapat pengelola lima tempat wisata yang sudah mengajukan permohonan buka. Mereka meliputi pengelola Wisata Bimardi Farm and Park, Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri; Wisata Watu Cenik dan Puncak Joglo.

Simulasi PTM Jenjang SMP Solo Disetop Sementara, Ini Penyebabnya

Kemudian Sendang, Kecamatan Wonogiri; dan Wisata Soko Langit, Conto, Kecamatan Bulukerto. Dua lainnya pengelola Wisata Kolam Renang Umbul Rejo, Kecamatan Jatisrono dan Kolam Renang Pringgodani, Wonokarto, Kecamatan Wonogiri.

Pantauan Solopos.com, Selasa (1/12/2020), meski sudah mengajukan permohonan tetapi pengelola Wisata Bimardi Farm and Park belum membuka tempat wisata. Hanya terlihat sejumlah pekerja memperbaiki jalan dan area pintu masuk. Ada pula pekerja yang menanam bibit bunga di taman.

Penanggung jawab Wisata Bimardi Farm and Park, Daryanto, kepada Solopos.com mengatakan pemilik memutuskan mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu sebelum membuka tempat wisata. Masih banyak hal yang perlu disiapkan, seperti jalan, taman bunga, peternakan, dan wahana lainnya.

Hari Pertama Buka, Wisata WGM Wonogiri Dikunjungi 1.158 Orang

Penerapan Protokol Kesehatan

Selain itu pihaknya akan menambah koleksi satwa. Selama tutup akibat terdampak pandemi Covid-19 mulai Maret lalu, pengelola menjual beberapa ekor kambing. Saat ini Wisata Bimardi Farm and Park memiliki burung merak, burung dara, dan kambing yang tersisa.

“Kami akan membuat tempat wisata ini lebih bagus dari sebelumnya. Tentu dengan melengkapi tempat cuci tangan dan penyedaiaan masker, serta pengukur suhu tubuh. Pengunjung akan kami wajibkan memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk. Kemungkinan kami akan buka mulai pertengahan Desember,” kata Daryanto.

Target PAD Pariwisata Karanganyar 2021 Dipastikan Naik Meski Ada Pandemi

Sementara itu, Sekretaris BUM Desa Sendang Pinilih, Kecamatan Wonogiri, Ibnu Asmoro, menyampaikan persiapan pembukaan Wisata Watu Cenik dan Puncak Joglo. Pengelola hanya tinggal membersihkan area wisata. Disiapkan tempat cuci tangan dan alat pelindung diri atau APD sederhana untuk petugas.

“Kami juga sudah menggelar simulasi pelayanan pengunjung dengan penerapan protokol kesehatan. Pembukaannya kapan, kami masih akan berkoordinasi dulu,” ucap Ibnu.

Pengelola Tempat Wisata Soko Langit, Conto, Bulukerto, Warsito, mengaku sudah membuka tempat wisata sejak Senin. Dia memutuskan itu setelah Satgas mengecek dan memberi lampu hijau. Pada hari pertama buka pengunjung belum banyak. Dia memastikan petugasnya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom