Anak buaya yang ditemukan di Sungai Gendol, Tangen, Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN -- Penemuan seekor anak buaya di Sungai Gendol--anak Sungai Bengawan Solo--yang berlokasi di perbatasan Desa Katelan dengan Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (20/11/2019) malam, menggegerkan masyarakat.

Kepolisian mengimbau masyarakat tak perlu takut dengan penemuan anak buaya sepanjang sekitar 1,5 meter itu namun tetap waspada.

Kapolsek Tangen, Iptu Zaini, menuturkan ini adalah kali kedua anak buaya ditemukan di Sungai Gendol. Dua bulan lalu, warga sekitar juga menemukan seekor anak buaya di sungai yang sama.

Diduga, anak buaya itu merupakan hasil perkembangbiakan sejumlah buaya yang pernah terlihat di Sungai Bengawan Solo di beberapa wilayah di Jawa Timur.

"Ditemukannya dua anak buaya itu menandakan bila induknya masih di sekitar lokasi. Kalau ada induknya, berarti ada pasangannya. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu takut, tetap tetap waspada," ungkap dia saat dihubungi solopos.com, Kamis (21/11/2019).

Dalam waktu dekat, ungkap Zaini, polisi bersama sukarelawan berencana menyisir Sungai Gendol untuk memastikan ada tidaknya induk dari anak buaya itu.

"Waktunya kapan belum pasti. Nanti menunggu waktu yang tepat," papar Zaini.

Diberitakan, empat remaja Sragen menemukan anak buaya di Sungai Gendol, Rabu malam. Empat anak baru gede (ABG) yang menemukan anak buaya itu adalah Iksan, 15, Bintang, 17, Fuad, 16, warga Bugel, Dukuh, Tangen dan Fandi, 17, warga Sidodadi, Katelan, Tangen.

Penemuan anak buaya itu berawal saat empat remaja itu bermain di kali untuk mencari ikan sekitar pukul 21.00 WIB-22.00 WIB. Saat mencari ikan, mereka dikejutkan dengan munculnya anak buaya.

"Anak buaya itu lalu diserahkan ke Polsek [Tangen] sekitar pukul 23.00 WIB. Pada pagi harinya, saya berkoordinasi dengan camat, BPBD, dan menunggu Dinas Peternakan. Sekarang [anak buaya] masih di Polsek. Kami masih menunggu petunjuk dari Dinas Peternakan. Kalau belum ada solusi, kami akan mengantar anak buaya itu ke BKSDA [Balai Konservasi Pelestarian Alam] di Baki [Sukoharjo]," jelas Iptu Zaini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten