Pemkab Klaten Lakukan Tes Swab Acak di Objek Wisata Air
Tenaga kesehatan Dinkes Klaten melakukan tes swab secara acak di kompleks Umbul Manten, Sidowayah, Polanharjo, Jumat (30/10/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melakukan tes swab secara acak di sejumlah objek wisata air di Kabupaten Bersinar, Jumat (30/10/2020). Hal itu dilakukan guna mencegah munculnya klaster Covid-19 di objek wisata air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, beserta rombongan turut memantau objek wisata air di Kabupaten Bersinar.

Beberapa lokasi objek wisata air yang dipantau, seperti Umbul Susuhan (Manjungan, Kecamatan Ngawen), Umbul Pelem (Wunut, Kecamatan Tulung), Pancingan 100 (Wunut, Kecamatan Tulung), Umbul Manten (Sidowayah, Kecamatan Polanharjo), Kolam Renang Kamandanu (Nganjat, Kecamatan Polanharjo), Umbul Ponggok (Ponggok, Kecamatan Polanharjo).

Libur Panjang, Pendaki Gunung Lawu Tetap Dibatasi 350 Orang/Hari

Saat memantau objek wisata air itu, sejumlah tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten turut mengiringi rombongan Sujarwanto Dwiatmoko.

Beberapa tenaga kesehatan (nakes) yang mengenakan pakaian hazmat itu bertugas melakukan tes swab secara acak di kompleks objek wisata air. Di antara orang yang di-swab acak, seperti pengelola umbul, pengunjung, dan pelaku usaha di kompleks umbul.

"Tadi, saya ikut di-swab. Awalnya sempat deg-degan juga. Saya berharap hasilnya bagus (negatif Covid-19)," kata salah satu penjual makanan dan minuman di Umbul Manten, Sidowayah, Klaten, yakni Nanik Suryani, 38, saat ditemui Solopos.com, di umbul setempat, Jumat.

Tragis, Petani Ponorogo Meninggal Akibat Jatuh dari Pohon Nangka

Hal senada dijelaskan Kepala Unit Umbul Manten, Gandi Prasetyo. Saat rombongan Pjs bupati Klaten tiba di Umbul Manten, dirinya turut di-swab petugas kesehatan Dinkes Klaten.

"Ya, tadi saya juga dikut di-swab. Baru pertama ini. Semoga hasilnya negatif," katanya.

Kesehatan Tetap yang Utama

Pjs Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan random swab test dilakukan guna mengetahui kondisi kesehatan para pengunjung di objek wisata air. Hal itu termasuk para pengelola objek wisata.

"Di semua objek wisata air dilakukan seperti itu. Ini bagian dari screening kesehatan di objek wisata air. Kesehatan tetap yang utama. Saya lihat, perekonomian warga juga langsung berjalan begitu objek wisata air dibuka," katanya.

Dewan Pengupahan Boyolali Bahas UMK 2021 Pekan Depan

Selain melakukan screening di objek wisata air, Dinkes Klaten juga sudah melakukan screening kesehatan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bersinar. Di antaranya mencakup 34 Puskesmas dan sejumlah rumah sakit (RS) di Klaten.

"Screening dilakukan terhadap mereka yang memiliki risiko tinggi. Nakes jelas memiliki risiko tinggi. Terkait dengan dibukanya objek wisata air, harapannya jangan sampai ada klaster Covid-19 di sana. Sehingga, protokol kesehatan harus selalu ditaati semuanya," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Klaten, Anggit Budiarto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom