Tutup Iklan

Pemerintah Kota Jogja Minta PKL Tahan Diri, Ada Apa Ya?

Perpanjangan PPKM Level 4, mengatur juga soal pelonggaran PKL di sejumlah kawasan Kota Jogja termasuk di dalamnya kawasan Malioboro.

 Satpol PP Kota Jogja saat menutup tiga tempat usaha imbas video viral soal wisatawan yang protes soal tingginya harga pecel lele, Sabtu (29/5).
(Harian Jogja/Yosef Leon)

SOLOPOS.COM - Satpol PP Kota Jogja saat menutup tiga tempat usaha imbas video viral soal wisatawan yang protes soal tingginya harga pecel lele, Sabtu (29/5). (Harian Jogja/Yosef Leon)

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah pusat telah memperpanjang PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021 dengan kelonggaran pedagang kaki lima (PKL) berjualan, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meminta untuk bisa menahan diri.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menyebut, pihaknya tetap akan melanjutkan penerapan PPKM level 4 di wilayah setempat. Hanya saja bakal ada modifikasi beberapa aturan yang akan diatur sesuai dengan perintah pusat.

“Ada kriteria tertentu nanti, tapi intinya kami tetap mematuhi aturan yang dikeluarkan pusat dengan modifikasi sesuai sesuai wilayah kita,” kata Haryadi, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Dishub Kota Jogja Belum Buka Penyekatan Jalan, Ini Alasannya

Termasuk soal pelonggaran bagi PKL di sejumlah kawasan Kota Jogja khususnya Malioboro. Selama PPKM Darurat beberapa waktu lalu, para pedagang memang tidak berjualan sama sekali. Kecuali mereka yang termasuk dalam kategori sektor esensial dan juga kritikal.

Haryadi berharap hal ini dapat diikuti dengan pertanggungjawaban yang konkret di lapangan. Dalam arti, bisa menahan diri dan melihat kondisi pandemi secara riil di lapangan yang masih belum terkendali.

“Saya tidak akan bertentangan dengan instruksi Mendagri ataupun penjelasan mengenai PPKM level 4. Tapi ya tadi tolong lah bertanggung jawab. Nanti kalau sakit teriak-teriak, minta ini minta itu, sudah lah jangan. Tahan dulu sebentar,” katanya berpesan kepada PKL di Jogja.

Baca juga: Nasib Pelaku Seni dan Wisata di Bantul Ketika PPKM Diperpanjang

Soal Operasional PKL Jogja

Termasuk pula soal pedagang lesehan Malioboro yang meminta toleransi waktu soal perpanjangan operasional sampai pukul 23.00 WIB. Sebab, di masa PPKM level 4 pedagang hanya bisa beroperasi sampai dengan pukul 20.00 WIB, sementara mereka buka di pukul 18.00 Wib.

“Ya saya minta tahan dulu lah, jualan daring kan bisa. Nanti kalau dikasih kelonggaran pasti bakal keterusan sampai jam 12 malam,” kata Haryadi.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, pihaknya masih menunggu Instruksi Gubernur atau Wali Kota Jogja terkait dengan pelonggaran operasional bagi PKL di Malioboro. Sampai saat ini, pihaknya juga belum memperoleh aturan teknis dari pemerintah daerah meski pemerintah pusat memperbolehkan beberapa sektor ekonomi beroperasi.

“Intinya kami akan ikuti aturan dari Pemda atau Pemkot. Kalau sudah ada Instruksi Gubernur atau Walikota nanti,” jelas dia.

Baca juga: Polres Kulonprogo akan Jemput Warga Yang Isoman, Bila Perlu dengan Paksa, Lho?

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) menyatakan, meski pemerintah telah memberi kelonggaran, namun pihaknya masih memutuskan belum berjualan. Sebab, durasi waktu yang diberikan disebut belum memungkinkan bagi PKL di Malioboro, Jogja.

“Pedagang lesehan otomatis tidak bisa jualan karena baru buka jam 18.00-18.30 WIB dan jam 20.00 WIB sudah disuruh tutup,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kota Jogja memberikan kelonggaran bagi PKL dengan batas waktu sampai pukul 23.00 WIB. “Kami sampai saat ini masih bertahan dengan apa yang kami punya, sambil menunggu perkembangan jawaban dari Pemda DIY dan Walikota soal toleransi buka sampai jam 23.00 Wib,” ucapnya.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Cek! Jalan Tol Yogyakarta-Bandara YIA Lewat 15 Kalurahan di 6 Kapanewon

Pembangunan jalan tol Yogyakarta hingga Bandara YIA akan dimulai tahun 2022 hingga 2024.

Lampu Jalan di Malioboro Dinyalakan Lagi, IDI Cemaskan Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memutuskan untuk kembali menyalakan lampu penerangan jalan utama di kawasan Malioboro.

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Lintas Provinsi di Umbulharjo

Satresnarkoba Polresta Yogyakarta menyita 33.000 butir pil koplo jenis Yarindo dari seorang pengedar dan dua pelanggannya.

Selamat, ITNY Juara 3 Celebes Geo Summit 2021

Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih kembali juara 3 dalam National Paper Competition Celebes Geo Summit (CGS) 2021.

Mahasiswa Teknik Mesin ITNY Magang di CV Iman Nurcahaya

Empat mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengikuti Program magang di CV Iman Nurcahaya.

Masuk Yogyakarta, Bus Pariwisata Bakal Diperiksa Ketat

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bakal memperketat pengawasan terhadap bus pariwisata yang masuk ke daerahnya.

Sejumlah Kampus di Jogja Belum Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya

Sejumlah perguruan tinggi di Kota Jogja masih belum merencanakan kuliah tatap muka di kampus pada masa pandemi Covid-19.

Petani Tembakau di Sleman Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Asosiasi petani tembakau di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak rencana pemerintah yang akan menerapkan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada 2022.

Terungkap! Pabrik Pil Koplo di Yogya Sudah Beroperasi Sejak 2018

Aparat polisi menggerebek dua pabrik pembuatan obat-obatan psikotropika atau pil koplo yang telah beroperasi sejak 2018 di wilayah Yogyakarta.

2 Pabrik Pil Koplo di Yogya Digerebek, Produksi 2 Juta Pil Per Hari

Aparat kepolisian mengungkap kasus peredaran pil koplo di Yogyakarta, di mana terdapat dua pabrik yang memproduksi dengan kapasitas 2 juta pil per hari.

Pengacara Terdakwa Satai Beracun Minta Nani Dibebaskan

Pengacara terdakwa sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman, menyebut pasal yang didakwakan JPU dinilai kabur dan tidak sesuai.

Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

Jangan Sampai Terlambat Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasannya

BPJS Kesehatan ini bisa digunakan untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan oleh peserta.

JPU Tuntut Terdakwa Klitih Kotagede Jogja, Penjara 1 Tahun 7 Bulan 

JPU menilai terdakwa KAP dinyatakan bersalah melakukan klitih hingga mengakibatkan korban KS, 16, mengalami luka berat.

Awas! Batu Raksasa Jebol Rumah Warga di Prambanan Sleman

Peristiwa batu raksasa yang menimpa rumah warga tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Dusun Jali.