Tutup Iklan

Pemerintah Bakal Setop Kendaraan Bensin dan Solar, Ini Tahapnya

Skema pemerintah setop penjualan mobil dan motor BBM bensin dan solar.

 Ilustrasi mobil baru. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mobil baru. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Masa depan kendaraan di Indonesia sepertinya bakal benar-benar berubah menuju net zero emission atau NZE. Mengintip roadmap pemerintah, rupanya mobil dan motor konvensional berbahan bakar bensin dan solar bakal disetop penjualannya.

Seperti dilansir Detik.com, Selasa (12/10/2021), pemerintah berencana mewujudkan NZE pada tahun 2060 atau sebelumnya. Penjualan motor dengan BBM bensin bakal disetop pada tahun 2040 dan mobil BBM bensin serta diesel disetop pada tahun 2050.

Baca Juga: Bos Toyota: Mobil Listrik Picu Jutaan Pengangguran

“Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita paling lambat 2060,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Lima prinsip utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan energi fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga serta industri dan pemanfaatan carbon capture and storage atau CCS.

Baca Juga: Dukung Pariwisata Solo, Begini Wujud Mobil Listrik Bergaya Klasik

Pemerintah, lanjut Arifin, telah bertahap mewujudkan itu melalui regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden terkait energi baru terbarukan (EBT) dan retirement coal pada tahun 2021.

Tahun depan, disebut Arifin bakal menjadi tahun dikeluarkannya Undang-Undang EBT dan penggunaan kompor listrik untuk dua juta rumah tangga per tahun.

Selanjutnya, pemerintah bakalmelakukan pembangunan interkoneksi, jaringan listrik pintra atau smart grid dan smart meter pada tahun 2024 serta bauran EBT mencapai 23 % yang didominasi PLTS pada tahun 2025.

Baca Juga: 3 Menteri Jokowi Coba Mobil Listrik Wuling, Luhut Kebagian Mini

Berangsur kemudian pada tahun 2027, pemerintah berencana menghentikan impor LNG dan 42% EBT didominasi dari PLTS di 2030. Saat tersebut jaringan gas ditarget menyentuh 10 juta rumah tangga dan kendaraan listrik mencapai dua juta mobil dan 13 juta motor.

Semua PLTU tahab pertama subcritikal bakal pensiun dini di tahun 2031. Hal itu diprediksi karena sudah ada interkoneksi antar pulai mulai COD di tahun 2035 dengan konsumsi listrik sebesar 2.085 kWh/kapita dan bauran EBT mencapai 57%.

PLTS bakal mendominasi saat tersebut dengan hydro dan panas bumi. Sementara berikutnya, tahun 2040, target bauran EBT sudah mencapai 71% dan tida ada PLT Diesel yang beroperasi, lampu LED 70% dan saat itulah baru penjualan motor konvensional ditiadakan.

Baca Juga: 2 ULP PLN Luncurkan Inovasi yang Mudahkan Masyarakat Akses Layanan

Baru pada 2045, rencana pembangkit listrik tenaga nuklir pertama mulai COD. “Kita juga mempertimbangkan penggunaan energi nuklir yang direncanakan mulai tahun 2045 dengan kapasitas 35 GW sampai dengan 2060,” kata Arifin.

Bauran EBT diharapkan mencapai 87% pada tahun 2050. Tahun itu diharapkan juga penjualan mobil konvensional disetop dan konsumsi listrik diprediksi telah mencapai 4.299kWh/kapita.

Nah baru pada 2060, bauran EBT diharap sudah 100% yang didominasi PLTS dan Hydro. Saat itu juga diharapkan penyaluran haringan gas sebanyak 23 juta sambungan rumah tangga, kompor listrik 52 juta rumah tangga, penggunaan kendaraan listrik serta konsumsi listrik mencapai 5.308 kWh/kapita.


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

Trader Muda Ini Lelang Harley untuk Donasi Korban Semeru-Banjir Garut

Trader muda lelang Harley Davidson untuk bantu korban erupsi Gunung Semeru dan Banjir Garut.

Renault Twizy, Mini Mobil Listrik Bisa Ngacir 80 Km/Jam

Renault Twizy merupakan mobil listrik mungil yang menawarkan dua pilihan seri dengan kecepatan hingga 80km/jam.

Resmi Diluncurkan di India, Sportster S Dibanderol Rp250 Juta

Sportster S 2021, salah satu motor baru Harley-Davidson mulai diluncurkan di India.

Hagglund PMI Bantu Evakuasi Erupsi Semeru, Tahan Hingga 60 ºC

Kendaraan tahan api dikerahkan PMI untuk bantu proses evakuasi erupsi Gunung Semeru.

Ada di Jalanan Solo, Ini Arti Fungsi Marka Jalan Yellow Box Junction

Apa sih arti dan fungsi marka jalan Yellow Box Junction yang kerap ditemukan di simpang perempatan di Kota Solo, Jawa Tengah?

Daihatsu Ajak Konsumen Jajal Drive Thru Checking 1.000 Km

Daihatsu mengadakan program Drive Thru Checking 1.000 Km #FirstDateWithDaihatsu.

Tesla Siapkan Cybertruck: Mobil Listrik Kuat Tarik 14.000 pon

Tesla siapkan Cybertruck, kendaran listrik yang mengawinkan konsep truk dan mobil sport.

Tesla Luncurkan Cyberquad, ATV Bertenaga Listrik Seharga Rp27,4 juta

Kendaraan listrik mainan anak produk Tesla, Cyberquad mulai dipasarkan.

Tahun Depan, Jeep New Grand Cherokee Diboyong ke Indonesia

PT DAS Indonesia Motor bakal memboyong Jeep New Grand Cherokee ke Indonesia.

Toyota Luncurkan Teknologi T-Mate, Apa Itu?

Toyota sempurnakan teknologi keamanan dengan meluncurkan T-Mate.

Anjlok, Hyundai Hanya Jual 312,602 Unit Hingga November

Penjualan Hyundai Group secara global dilaporkan anjlok tahun ini.

Cara Honda Wujudkan Kendaraan Bebas Risiko Tabrakan

Honda kembangkan teknologi untuk membebaskan risiko tabrakan.

Xiaomi Mulai Gerak ke Mobil Listrik, Bakal Produksi Baterai Tahun Depan

Xiaomi mulai bergerak ke industri mobil listrik.

Unik, Sentuhan Animasi Robot GUNDAM dalam Sepeda Listrik NIU

Sentuhan grafis ciri khas robot GUNDAM pada sepeda listrik NIU.

Jeep Compass Ramaikan SUV Indonesia, Mampu Gerus Fortuner & Pajero?

Jeep Compass ramaikan pasar otomotif Indonesia dengan membidik segmen SUV Premium.