Tutup Iklan

Pembebasan Lahan Terlalu Mepet, Groundbreaking Rel Layang Joglo Solo Mundur

Groundbreaking pembangunan rel layang simpang Joglo, Solo, tidak memungkinkan pada Juli karena pembebasan lahannya terlalu mepet jadwal.

 Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) mengecek kondisi kawasan Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (26/2/2021). Pemerintah berencana membangun rel layang tahun ini. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) mengecek kondisi kawasan Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (26/2/2021). Pemerintah berencana membangun rel layang tahun ini. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan rel layang simpang Joglo, Banjarsari, Solo, hampir pasti mundur lantaran hingga kini pembebasan lahannya belum beres.

Sebanyak 523 warga terdampak pembangunan rel layang Joglo segera menerima ganti rugi yang ditargetkan diserahkan pada bulan ini. Nominal ganti rugi sudah dihitung tim appraisal yang nilainya berbeda tergantung luasan bangunan dan lokasinya.

Hitungan tersebut bakal disampaikan kepada pemilik bangunan sebagai santunan kepindahan dan ganti rugi bangunan. Apabila ada warga yang keberatan dengan nilai ganti rugi itu, mereka bisa menyampaikan keluhan maksimal 14 hari setelah pemberitahuan.

Baca Juga:  Pemkot Solo Beri Bonus Vaksin Gratis Bagi Pengantar Warga Lansia Ikut Vaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

“Kemungkinan groundbreaking mundur karena jeda penyerahan ganti rugi dan kepindahan warga diharapkan tidak terlalu mepet. Kalau Juli, tentu tidak mungkin karena tinggal hitungan hari,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, kepada wartawan seusai rapat koordinasi yang dihadiri Dirut PT KAI Hartyanto, Jumat (4/6/2021).

Sosialisasi mengenai pemberian ganti rugi sekaligus rencana groundbreaking rel layang Joglo, Solo, akan disampaikan oleh kelurahan masing-masing berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Tengah.

Plt Camat Banjarsari, Beni Supartono, mengatakan pengumuman melalui kelurahan dilakukan sesuai nama dan alamat pemilik bangunan terdampak. Jika warga merasa tidak sesuai, pemerintah memfasilitasi dengan memberikan waktu 14 hari.

Baca Juga: Jelang Groundbreaking, Ongkos Bongkar Bangunan Di Lahan Terdampak Rel Layang Joglo Solo Belum Jelas

Gibran Sebut Nilai Ganti Rugi Reasonable

“Masa sanggah bisa dimanfaatkan warga terdampak melalui mekanisme surat secara resmi dalam waktu 14 hari setelah pengumuman nominal itu terbit," jelasnya saat dijumpai terpisah.

Sebelumnya, groundbreaking pembangunan rel layang simpang Joglo, Solo, dijadwalkan pada Juli dengan asumsi lahan dan ratusan bangunan terdampak sudah dibebaskan. Ratusan bangunan itu perinciannya 210 bangunan di Kelurahan Gilingan, 73 bangunan di Kelurahan Joglo, dan 240 bangunan di Kelurahan Nusukan.

Tiap bangunan itu memiliki luasan dan nominal ganti rugi berbeda sesuai nilai bangunan, aset (lokasi usaha/hanya untuk rumah tinggal), hingga bantuan untuk sewa hunian lain untuk sementara waktu. “Daftar resminya belum kami terima, kami menunggu dulu,” kata Beni.

Baca Juga: Luas Wilayah Solo Tambah 2,68 Kilometer Persegi, Kok Bisa?

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut nilai ganti rugi yang dipaparkan PT KAI cukup masuk akal.

“Rapat koordinasi fokus pembahasan soal penanganan dampak sosialnya. Masalah ganti rugi sudah beres karena nominalnya sudah keluar. Saya lihat angka-angkanya sangat reasonable [masuk akal]. Saya yakin warga mendukung semua. Ini segera disosialisasikan ke warga melalui lurah-camat setempat," ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Percepat Penanganan Perkara, PN Sukoharjo Luncurkan Aplikasi e-CDP

PN Sukoharjo meluncurkan aplikasi e-CDP yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan perkara hukum.

Vaksinasi Covid-19 di Klaten Meningkat, Optimistis Tembus 70%

Sejauh ini, serbuan vaksinasi Covid-19 terus ditingkatkan guna membentuk kekebalan tubuh masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Penghulu di Klaten Viral Setelah Membuat Surat Terbuka, Ini Isinya!

Sugiyanto menegaskan surat tersebut itu bukan sebagai komplain. Surat tersebut dia buat untuk menginformasikan serta memohon agar tes antigen untuk keperluan menikah bisa digratiskan.

Banyak Hajatan di Karanganyar Melanggar Prokes

Satpol PP Karanganyar menemukan banyak penyelenggaraan hajatan di desa-desa yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Salah satunya digelar dengan jumlah tamu undangan melebihi ketentuan maksimal 20 orang.

Seru, Universitas Duta Bangsa Solo Gelar Outbound Dosen dan Tendik

Universitas Duta Bangsa (UDB) Solo menyelenggarakan kegiatan outbound bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk meningkatkan keakraban.

ODGJ Klaten Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Sumur

Kasus bunuh diri di Klaten itu kali pertama diketahui Suwarni. Mendengar suara air mengalir dari arah sumur milik ST. Begitu dicek, Suwarni melihat ST sudah meninggal dunia dengan gantung diri di sumur tersebut.

Sidak Proyek Kantor BPBD, Wabup Klaten Peringatkan Kontraktor!

Nilai kontrak pembangunan Kantor BPBD yang disidak Wakil Bupati Klaten senilai Rp7,59 miliar dari APBD Klaten. Rentang waktu pengerjaan selama 180 hari dimulai sejak Juni 2021.

Mau Petik Jambu, Pekerja Proyek Malah Temukan Granat Nanas di Solo

Saat hendak memetik jambu di tepi rel kereta api, Danu melihat benda mencurigakan yang ternyata sebuah granat yang diduga masih aktif.

P4GN Karanganyar Peringati Hari Karang Taruna

Selain sosialisasi antinarkoba, P4GN Karanganyar juga mengadakan bakti sosial berupa pembagian nasi dalam boks kepada pedagang kaki lima (PKL) dan warga di wilayah kota kecamatan Jatipuro untuk memeringati Hari Karang Taruna.

Serbuan Vaksinasi Dinilai Sukses, Polres Klaten Dapat Penghargaan

Penghargaan diberikan menyusul peran aktif jajaran Polres Klaten di bawah komando AKBP Eko Prasetyo dalam menyukseskan serbuan vaksinasi di Kabupaten Bersinar.

Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyebut digitalisasi buku di perpustakaan Solo tidak maksimal karena kurang anggaran.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.