Jalan tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang. (Bisnis-Dok.)

Solopos.com, BOYOLALI - Sekitar seribuan bidang tanah siap dibebaskan di Kabupaten Boyolali menyusul rencana pembangunan tol Solo-Jogja. Pembangunan tol tersebut dimulai dengan pengadaan tanah yang direncanakan berlangsung mulai tahun 2020-2021.

Kasi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Wiradya Agung Utama, kepada Solopos.com, Selasa (21/1/2020), mengatakan sedikitnya akan ada seribu bidang tanah yang harus dibebaskan. Bidang-bidang tanah itu melintasi dua kecamatan yakni Kecamatan Banyudono dan Kecamatan Sawit, Boyolali.

Sakit & Karier Hancur, Rony Dozer Merasa Diguna-Guna Artis Lain

“Hari Kamis [23/1/2020] kami baru diundang rapat oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Jawa Tengah membahas persiapan permohonan penetapan lokasi jalan tol Jogja-Solo,” ujar Agung.

Sementara itu, Camat Banyudono Radityo Sumarno mengatakan di wilayahnya ada lima desa yang terdampak yakni Desa Banyudono, Desa Batan, Desa Kuwiran, Desa Jembungan, dan Desa Sambon. “Kami belum sosialisasi kepada warga, pemerintah kecamatan masih akan dikumpulkan oleh Pak Bupati,” ujar Radityo.

Sejauh ini jadwal sosialisasi kepada warga terdampak sudah disusun dan akan dilaksanakan setelah koordinasi dengan Bupati selesai. Sosialisasi itu ada yang dilakukan di masing-masing desa dan dilakukan gabungan.

Sejumlah fasilitas umum terdampak juga mulai diidentifikasi di antaranya kantor desa dan sejumlah sekolah. “Di antaranya Balai Desa Kuwiran dan Polsek Banyudono namun detailnya baru akan dipaparkan waktu pendataan awal dan konsultasi publik,” imbuhnya.

Ultah, Yovie Widianto Bersyukur Dapat Keajaiban

Sementara itu, Camat Sawit, Noor Murbarani menyebutkan di wilayahnya ada empat desa terdampak yakni Desa Bendosari, Desa Kateguhan, Desa Guwokajen, dan Desa Jatirejo. Jadwal sosialisasi kepada warga sudah disusun namun Camat masih akan menunggu arahan dari Pemkab Boyolali.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten