Pembagian BST Tunggu PPKM Kelar, Wali Kota Solo: Dimarahi Presiden Ya Ben...
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memakai masker brengos, Selasa (9/6/2020). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, berkukuh pembagian bantuan sosial tunai atau BST bagi 61.000-an keluarga penerima manfaat (KPM) ditunda sampai PPKM selesai.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengaku tidak peduli jika ia dimarahi Gubernur atau bahkan Presiden karena hal tersebut. Ia mengaku punya alasan kenapa menunda penyaluran BST.

Menurutnya, apabila penyerahan bantuan tetap dilakukan akan berpotensi melanggar aturan yang sudah ia buat sendiri. Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota No 067/036 tentang PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 ada larangan memunculkan kerumunan.

Penambahan Kasus Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Solo Perlu Dilanjutkan?

Rudy menilai pembagian BST maupun Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT Kota Solo hampir pasti mengabaikan jaga jarak.

“Nanti kalau PPKM selesai pada 26 Januari, sudah diputuskan untuk mulai membagi BST dan BPNT. Bikin edaran sendiri dilanggar sendiri ya, enggak penak [nyaman],” kata Rudy, sapaan akrabnya, saat dijumpai di Balai Kota, Rabu (20/1/2021).

Ia mengaku siap jika kebijakan itu menimbulkan polemik sampai ke Gubernur dan Presiden. Rudy berdalih pembagian BST bakal menimbulkan kerumunan, sehingga masyarakat Kota Solo semakin rentan terpapar Covid-19.

Flyover Manahan Solo Diaspal Ulang Tapi Belum Diberi Markah, Ternyata Ini Alasannya

Permintaan Gubernur

"Nanti dimarahi Presiden, Mensos, Gubernur, ya ben [biarkan], daripada nampa [menerima] Rp300.000 terus terpapar Covid-19 semua, ya rugi semua. Ruginya lebih besar gitu lo," tegasnya.

Hal tersebut sekaligus menjawab pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Saat berkunjung ke Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Selasa (19/1/2021), Ganjar meminta pencairan BST tidak ditunda mengingat kebutuhan masyarakat juga tidak bisa ditunda.

Ganjar ingin ribuan KPM bisa berbelanja sesuai kebutuhan saat masa pandemi Covid-19. PT Pos sebagai penanggung jawab penyaluran BST menyerahkan bantuan kepada KPM orang lansia dan difabel. Penyaluran dengan cara diantar ke rumah.

Sebut Thermogun Tidak Efektif, Gibran Calon Wali Kota Solo Usulkan Pakai Ini

"PT Pos bertanggung jawab mengantar itu hanya untuk kalangan lanjut usia [lansia]. Kalau mengantar ke 61.000 KPM BST ya mblenger [terlalu banyak],” jelas Rudy.

Rudy memastikan KPM bisa menerima bantuan tersebut mulai 26 Januari lewat kelurahan masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom