Pelaku Usaha Sekitar Proyek Flyover Purwosari Solo Ancang-Ancang Pindah
Suasana sepi kawasan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Sabtu (26/9/2020) siang. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pelaku usaha sekitar proyek pembangunan flyover Purwosari Solo mulai bersiap-siap mencari lokasi baru untuk pindah.

Pembangunan flyover Purwosari saat ini sampai pada tahap pemasangan gelagar yang menyambungkan jalan sisi timur dengan sisi barat perlintasan kereta api.

Pantauan Solopos.com pada proyek yang berlokasi Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Sabtu (26/9/2020), pekerja sudah mulai memasang gelagar sekitar pukul 07.00 WIB.

Update Covid-19 Solo: Tambah 6 Kasus Positif Baru, Meninggal Dunia Tambah 1 Orang

Pemasangan gelagar pada proyek flyover Purwosari, Solo, itu tidak sampai mengganggu operasional kereta api. Selain pemasangan gelagar di atas rel, pekerja mengerjakan saluran drainase sisi utara Jl Slamet Riyadi, tepatnya timur Stasiun Purwosari.

Dua ekskavator menguruk beton saluran drainase. Pemasangan saluran drainase tersebut berdampak pada pertokoan yang harus menutup usaha untuk sementara waktu.

Pengerjaan Drainase

Sebelum pengerjaan drainase berpindah ke sisi utara jalan, pertokoan masih buka. Ketua RT 003/RW 014 Kelurahan Purwosari, Djumakir, menjelaskan ada belasan pelaku usaha yang terdampak pembangunan drainase, pengecoran, pengaspalan jalan dalam wilayahnya.

Intip Isi Garasi Rumah Cawali Solo Gibran Rakabuming Raka, Mobilnya 5 Lur!

Usaha pernaigaan dan jasa yang tutup semantara akibat proyek flyover Purwosari Solo itu, antara lain perbankan, kuliner, bengkel, dan toko jamu.

“Ada dua pelaku usaha yang sudah menjual atau melepas sewa bangunan karena mempertimbangkan ruang parkir, nilai pajak [pajak bumi dan bangunan] tinggi di jalan utama, dan kondisi pasar yang sepi. Mereka cari yang lebih strategis,” katanya kepada Solopos.com, Sabtu.

Dia menjelaskan wilayahnya memiliki sekitar 70 keluarga yang mayoritas sebagai pedagang kaki lima dan berjualan di pasar. Kondisi jalan kampung sepi tapi para pedagang masih bisa bertahan.

Okupansi Hotel Solo Mulai Membaik, PHRI: Kini Kami Khawatir Dampak Resesi

Kondisi serupa terlihat pada kawasan sekolah sisi timur perlintasan kereta yang mayoritas tutup akibat proyek flyover Purwosari, Solo, itu.

Bertahan Meski Sepi

Hanya dua pelaku usaha yang buka Sabtu itu, masing-masing toko tenda dan toko penyedia jasa fotografi. Pemilik toko tenda, Is, 45, menjelaskan dua pelaku usaha tidak memperpanjang kontrak sewa bangunan dan pindah ke lokasi lain yang lebih strategis.

Dua pelaku usaha itu sudah menutup toko. Sedangkan sisanya masih bertahan meski sepi. “Saya pernah seminggu [satu pekan] enggak dapat pemasukan sama sekali. Akses jalan sangat berpengaruh. Jalur lambat ini ke depan bukan menjadi jalur utama tapi puteran saja,” paparnya.

KPU Sukoharjo Larang 6 Kegiatan Ini Selama Masa Kampanye Pilkada 2020

Tidak hanya itu, pelaksanaan proyek flyover Purwosari Solo yang akan memasuki pekan ke-38 itu juga membuat pengemudi becak harus tiarap.

Solopos.com hanya menjumpai tiga pengemudi becak Stasiun Purwosari pada Sabtu itu. Padahal biasanya lokasi itu banyak pengemudi becak.

Salah satu tukang becak, Saidi, 67, mengatakan Paguyuban Becak Stasiun Purwosari memiliki anggota sekitar 50 orang tapi kini menyisakan empat orang yang aktif.

Sudah 8 Pemain Persis Solo Kumpul, Begini Kondisi Fisiknya

Anggota paguyuban memilih pulang kampung untuk bertani dan menjadi tukang bangunan karena terdampak proyek flyover Purwosari.

Tukang Becak Sepi Penumpang

"Banyak yang menjual becak dengan harga murah karena enggak ada penumpang. Mayoritas penumpang kami menuju ke Halte Kerten. Penutupan jalan membuat penumpang beralih ke ojek online. Jalan memutar, lebih murah,” paparnya.

Saidi mengikuti perkembangan flyover Purwosari yang sampai pada tahap penyambungan gelagar di atas rel. Ia berharap jalan kembali dibuka dan bisa mengantarkan penumpang ke arah barat.

Tak Sepakat Soal “Nyawiji”, Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Tengah, Alik Mustakim, mengatakan akan memasang enam gelagar pada proyek flyover Purwosari itu.

Alik menargetkan pemasangan enam gelagar itu rampung pada pekan terakhir Oktober. Sedangkan target fungsional 20 Desember 2020.

Namun, Alik mengatakan akan adda uji coba struktur bangunan terlebih dahulu secara internal bersama sejumlah pihak pada November.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom