Peduli Pendidikan, PT Paragon Dorong Pengembangan Skill Guru

PT Paragon, perusahaan yang memiliki produk utama berupa produk kosmetik tersebut juga menaruh perhatian besar pada sektor Pendidikan.

 EVP & Cheaf Administration Afficer PT Paragon Technology and Innovation, Miftahuddin Amin. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - EVP & Cheaf Administration Afficer PT Paragon Technology and Innovation, Miftahuddin Amin. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Peran sektor swasta dalam mendukung pengembangan pendidikan terus berkembang. Hal itu juga dilakukan oleh PT Paragon.

EVP & Cheaf Administration Afficer PT Paragon Technology and Innovation, Miftahuddin Amin, mengatakan perusahaan yang memiliki produk utama berupa produk kosmetik tersebut juga menaruh perhatian besar pada sektor Pendidikan.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Melalui program Wardah Inspiring Teacher, Paragon berupaya untuk membangun ekosistem pendidikan yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas sektor pendidikan dalam negeri.

“Kenapa kami concern di pendidikan? Sebab kami percaya dengan pendidikan kita bisa maju, bisa mensejajarkan diri dengan bangsa lain. Dalam konteks itu tentu Paragon ingin turut serta membangun ekosistem itu. Kami kolaborasi dengan partner kami, salah satu program yang sudah sejak 2017, kami inisiasi Wardah Inspiring Teacher,” kata dia.

Baca Juga: Program Pengembangan Guru Antar Indonesia Raih Penghargaan UNESCO

Disebutkan saat ini sudah ada lebih dari 2.000 guru yang terlibat dalam program itu dan mengikuti pendidikan sekitar lima bulan.

“Kami dorong merdeka belajar. Bukan sekadar mengajar tapi jadi penggerak bagi guru lainnya. Kami mendorong peran guru yang sangat sentral melihat perubahan murid. Harapan kami dengan program kami, guru bisa menjadi motivator, inspirator dan menjadi lokomotif pendidikan. Ini untuk pendidikan dasar dan menengah,” jelas dia. Dalam melaksanakan program tersebut, Paragon juga berkolaborasi dengan Kemendikbudristek.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Praptono, dalam webinar tersebut menyampaikan dalam konsep merdeka belajar, yang saat ini digaungkan pemerintah, guru memang dituntut bisa melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid.

“Kata kunci dari merdeka belajar adalah guru Indonesia bisa melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid,” kata dia.

Baca Juga: Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Dia menjelaskan, setiap guru di Indonesia harus mengenal betul apa potensi, bakat bahkan kekhususan muridnya. Dengan pemahaman yang baik terhadap kemampuan dasar murid, diharapkan guru bisa merencanakan, melaksanakan dan mengevakluasi pembelajaran yang mereka lakukan dan kemudian terukur dengan jelas capaian hasil belajar muridnya.

“Maka kami mengharapkan benar guru Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan meningkatkan potensinya,” jelas dia.

Dia juga mengajak para guru di Indonesia memiliki budaya refleksi. Ketika guru sudah bisa merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, selanjutnya harus bisa menemukan kemajuan besar apa yang didapat muridnya.

Di situ guru juga bisa memetakan kesulitan dan hambatannya, sehingga memiliki inovasi untuk mengatasinya. Selain itu guru juga bisa ikut mengembangkan sekolah dengan melibatkan orang tua serta menjalankan kode etik profesi secara optimal.

Baca Juga; Guru Kreatif, Begini Cara Ribut Santoso Dorong Muridnya Percaya Diri

Dijelaskan, untuk mewujudkan hal itu, kementerian terus membawa teori perubahan yang fokus pada penguatan SDM.

“Pelatihan guru menjadi program porioritas saat ini. Dilakukan melalui pendidikan guru penggerak. Bukan hanya menciptakan guru profesional, tapi juga bisa menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah yang menerapkan kurikulum Pendidikan,” kata dia.

Sekolah model kini juga diciptakan melalui sekolah penggerak agar sekolah-sekolah lain memiliki percontohan bagaimana mewujudkan sekolah nyaman, menyenangka dan inklusif. Begitu juga dengan komunitas belajar yang terus dikembangkan. Menurutnya semua pihak memiliki tanggung jawab agar anak-anak memiliki kekuatan literasi yang kuat.

Disebutkan saat ini telah dihasilkan lulusan angkatan 1 dan 2 untuk guru penggerak dengan jumlah 5600 orang. Ditargetkan pada 2024 bisa mencapai 400.000 guru. Selain itu dia menyebutkan saat ini sudah ada 143.000 satuan pendidikan di Indonesia yang telah menyatakan siap dan ingin menerapkan kurikulum merdeka.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Hikmah Nostalgia Bersama Mahakarya Pembesar Sastra Indonesia

Nostalgia bersama mahakarya pembesar sastra Indonesia mengingatkan bahwa sastra bukan hanya tentang susunan kata dan kalimat berbunga-bunga.

Menilik Fasilitas Mewah Haji Furoda Tanpa Antre Berbiaya Rp300 Juta

Sejumlah fasilitas mewah ditawarkan kepada calon haji furoda tanpa antre dengan biaya mulai Rp225 juta hingga Rp300 juta.

Diduga Mutilasi Anak Kandung, Ayah Terancam Penjara 15 Tahun

Arharubi, 42, terancam hukuman 15 tahun karena diduga tega memutilasi anak kandungnya sendiri yang berusia 10 tahun.

Sejarah Hari Ini: 4 Juli 1776 Kemerdekaan Amerika Serikat

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 4 Juli.

Boyolali Jadi Daerah Wabah, Berapa Total Ternak Suspek PMK?

Kabupaten Boyolali ditetapkan menjadi daerah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK. Total ternak suspek PMK di Boyolali saat ini sekitar 4.642.

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Iduladha di Indonesia & Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di bawah ini terdapat penjelasan ilmiah terkait perbedaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi menurut Kementerian Agama RI.

Mengembalikan Musik Metal ke Jantung Klenengan

Rencana konser grup band rock progresif Dream Theater dan rencana penyelenggaraan lagi Rock in Solo pada 2022 layak disebut ikhtiar mengembalikan musik metal ke jantung klenengan.

Kenapa Iduladha 2022 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda?

Kira-kira kenapa Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi jatuh pada tanggal yang berbeda? Ini jawaban dan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ridwan Kamil dan Komunikasi Politik Menuju 2024

Pengelolaan citra atau image management yang dilakukan oleh Ridwan Kamil terlihat unik.

Bayi Hasil Hubungan Inses Kakak-Adik Meninggal Setelah Dilahirkan

Bayi laki-laki dengan kelainan genetik hasil hubungan inses antara kakak dan adik kandung di Dustlik, Uzbekistan, meninggal dunia dua jam setelah dilahirkan.

Narasi Kontra Polarisasi di Tengah Manuver Politik

Politikus dan cendekiawan berulang kali memperingatkan bahaya polarisasi, terutama yang berbasis keagamaan, terhadap demokrasi Indonesia.

Jangan Biarkan Taman Siswa Lenyap dari Ingatan

Sayang jika Taman Siswa sampai lenyap dari ingatan. Perlu ada gerakan penyelamatan Taman Siswa.

Taman Siswa dan Sisa-Sisa Romantisisme

Tanggal 3 Juli 2022 tepat seabad Perguruan Nasional Taman Siswa berdiri. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan nasional tersebut di Kota Jogja. Kini tersisa romantisisme dari idealisme Taman Siswa.

Peugeot e-Expert Hydrogen Kendaraan Van Serba Listrik

Peugeot menguji coba kendaraan listrik jenis van angkut berbahan bakar Hydrogen e-Expert, yang dilengkapi teknologi elektrifikasi

Keren! Mahasiswa ITNY Raih Juara II Lomba Cipta Puisi Nasional

Mahasiswa FTSP ITNY, Deandra Marhaendra, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Cipta Puisi Nasional.