Sejumlah pengendara motor melewati city walk di depan Stasiun Purwosari, Solo, Senin (12/3/2018). (Ivan Andimuhtarom/JIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, SOLO -- Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo segera memulai proyek pemindahan jaringan pipa transmisi yang terdampak pembangunan flyover Purwosari.

Pemindahan pipa tersebut berimbas pada penutupan jalur lambat di sekitar perlintasan sebidang Jl. Slamet Riyadi. Jalur lambat di sebelah barat rel akan digunakan sebagai tempat penyimpanan pipa.

Sementara sebelah timur rel, memanfaatkan area citywalk atau jalur pedestrian. Konsultan pengawas proyek pemindahan pipa PDAM, Sutardi, mengatakan pipa yang didatangkan dari Jakarta tersebut tiba di Solo pada Jumat (20/9/2019) malam.

Oleh karenanya penutupan jalur lambat dimulai saat distribusi material berlangsung. “Pipa tersebut berdiameter dalamnya sekitar 500 milimeter. Lebih besar dibandingkan pipa peninggalan Belanda yang terpasang saat ini yakni 450 milimeter. Pipa tersebut sudah tidak diproduksi sehingga harus custom,” kata dia kepada Solopos.com, akhir pekan lalu.

Sutardi mengatakan penutupan jalur lambat bersifat insidental dan diusahakan tidak dilakukan saat jam-jam sibuk sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Namun, hal tersebut juga menyesuaikan waktu kedatangan truk pengangkut material.

Dia sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polresta Solo. “Pipanya nanti ditanam lebih dalam sehingga tidak mengganggu saluran utilitas yang lain. Saya juga sudah koordinasi dengan pemilik utilitas. Panjang pipa sekitar 800 meter,” ucap Sutardi.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan penutupan hanya pada sebagian jalur lambat.

“Penyimpanan dan direksi kit kami upayakan tidak mengganggu lalu lintas secara umum. Jadi di luar badan jalan utama memanfaatkan jalur lambat dan taman. Tapi tidak semuanya, hanya sebagian di barat rel Purwosari. Nah, di situ ada bukaan jalur lambat. Kemudian di depan pintu masuk Pos Kerten, ada sebagian,” kata dia saat dihubungi terpisah.

Mudo mengatakan saat proses penyambungan dan memasukkan pipa ke dalam tanah Dishub akan menyusun manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL). Pipa berada di bawah median Jl. Slamet Riyadi.

“Saat penyambungan itu otomatis ada pemotongan, air bercampur tanah diprediksi akan berdampak pada kondisi jalan. Kami akan sosialisasi dengan masyarakat. Kalau nanti terjadi kepadatan lalu lintas, kami akan menerjunkan personel dan merekayasa alat pengatur alat pemberi isyarat lalu lintas [APILL],” jelasnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten