Tutup Iklan
Kendaraan melintas di perlintasan sebidang Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (4/7/2018) pagi. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO -- Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau -pipa-pdam-kena-flyover-purwosari-solo-butuh-rp91-miliar" title="Pemindahan Pipa PDAM Kena Flyover Purwosari Solo Butuh Rp9,1 Miliar">PDAM Solo berencana memindahkan pipa jaringan air bersih mereka di sekitar perlintasan kereta api (KA) Purwosari, Solo, pekan kedua September 2019.

Jaringan pipa air itu harus dipindah karena terdampak rencana pembangunan -izin-flyover-purwosari-solo-ini-kata-pejabat-kemenhub" title="Soal Izin Flyover Purwosari Solo, Ini Kata Pejabat Kemenhub">flyover (jalan layang) Purwosari. Jaringan pipa air itu termasuk yang merupakan peninggalan zaman Belanda.

Berdasarkan tampilan pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Solo, Rabu (21/8/2019), tahapan tender atau lelang pemindahan utilitas itu memasuki masa sanggah dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditargetkan terbit akhir bulan ini.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Arif Nurhadi, mengatakan pemindahan -pdam-purwosari-solo-dipindah-8.000-pelanggan-terganggu" title="Pipa PDAM Purwosari Solo Dipindah, 8.000 Pelanggan Terganggu">utilitas tersebut tak akan mengganggu arus lalu lintas. Proses pemindahan berlangsung di bawah tanah di antara ruas jalur hijau, jalur lambat, dan ruang terbuka hijau di sisi barat dan timur rel kereta api Purwosari.

“Teknik pengerjaannya menggunakan bor. Pipa tersebut akan dipindahkan ke sisi selatan lokasi semula. Nah, pipa peninggalan Belanda itu lokasinya di Jl. Slamet Riyadi yang nantinya dibangun fondasi flyover,” jelasnya, belum lama ini.

Arif menyampaikan panjang pipa jaringan yang dipindahkan sekitar 600 meter. Pelaksana proyek akan mengebor tanah hingga kedalaman tertentu guna memasang pipa dengan jalur baru menjauhi pipa yang ada sekarang.

Pipa baru tersebut lantas dihubungkan dengan jaringan lama yang tidak terdampak. “Pipa lama peninggalan Belanda ini ditinggalkan begitu saja karena kalau dikeluarkan juga malah repot dan mengganggu. Ukuran pipa baru sama dengan pipa lama,” ucapnya.

Arif menjelaskan desain flyover Purwosari akan membuat badan Jl. Slamet Riyadi berubah mulai sisi barat perlintasan sebidang. Titik awal flyover dari arah barat mulai naik dari simpang tiga Jl. Sam Ratulangi dan turun di depan kantor cabang Perusahaan Listrik Negara (PLN) Solo. Panjang lintasan sekitar 600 meter.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Toya Wening, Tri Atmojo Sukomulyo, mengatakan pipa itu akan digeser dengan membuat jaringan pipa tambahan guna menyambungkan pipa utama ke pipa milik pelanggan. Pemindahan pipa itu hanya berdampak pada puluhan pelanggan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten