Sitemap pembangunan Flyover Purwosari Solo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mulai melelang proyek pembangunan -flyover-purwosari-pemkot-solo-segera-alihkan-prioritas-ke-simpang-joglo" title="Setelah Flyover Purwosari, Pemkot Solo Segera Alihkan ...">flyover Purwosari sejak Kamis (22/8/2019) lalu.

Mengutip Laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, Rabu (11/9/2019), proyek senilai Rp150-an miliar itu telah memasuki tahapan penetapan hasil kualifikasi dan pengumuman hasil prakualifikasi.

Lelang diikuti 174 rekanan dan pemenang ditargetkan menandatangani kontrak pada Rabu (4/12/2019) yang dilanjutkan penerbitan surat perintah kerja (SPK).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Akhmad Cahyadi, mengatakan pengerjaan pembangunan -solo-bangun-underpass-pendamping-flyover-purwosari-di-jl.-transito" title="Pemkot Solo Bangun Underpass Pendamping Flyover Purwosari">flyover Purwosari menggunakan skema tahun jamak (multiyears) 2019-2020.

“Awal November atau awal Desember diprediksi sudah mulai pekerjaannya. Skema tahun jamak dilakukan karena 2019 hanya tersisa empat bulan, dua bulannya sudah untuk lelang,” kata dia kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

Akhmad menyebut proyek tersebut ditenggat rampung akhir 2020. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta menyelesaikan pemindahan utilitas di sekitar lokasi pembangunan paling lambat Oktober.

“Pelaksana proyek pemindahan pipa sudah mulai bekerja, ya, inginnya saat kontrak dimulai akhir Oktober atau November itu harusnya sudah tidak ada masalah,” papar Akhmad.

Berdasarkan gambar denah yang diperoleh Solopos.com, desain -izin-pemkot-solo-segera-pindahkan-utilitas-di-sekitar-perlintasan-purwosari" title="Kantongi Izin, Pemkot Solo Segera Pindahkan Utilitas di Sekitar Perlintasan Purwosari">flyover Purwosari akan membuat badan Jl. Slamet Riyadi sisi barat maupun timur perlintasan sebidang berubah.

Titik awal flyover dari arah barat mulai naik dari simpang tiga Jl. Sam Ratulangi dan turun di depan kantor cabang Perusahaan Listrik Negara (PLN) Solo. Panjang lintasan sekitar 600 meter.

“Bentuknya I seperti flyover umumnya. Pertimbangannya terkait beberapa aspek nonteknis,” jelas Akhmad.

Salah satu aspek tersebut yakni apabila overpass dibangun berbentuk huruf Y adalah banyaknya lahan di Jl. Agus Salim yang bakal terdampak sehingga butuh pembebasan lahan di sepanjang jalan yang berimbas pada besarnya ongkos nonteknis.

Saat pembangunan overpass berlangsung akan berdampak pada sejumlah ruas jalan yakni Jl. Ahmad Yani, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Hasanuddin, Jl. Agus Salim, Jl. Transito, Jl. Dr. Radjiman, Jl. Samanhudi, dan Jl. Perintis Kemerdekaan.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Arif Nurhadi, mengatakan pemindahan utilitas di sekitar lokasi bakal flyover Purwosari tak akan mengganggu arus lalu lintas.

Proses pemindahan berlangsung di bawah tanah di antara ruas jalur hijau, jalur lambat, dan ruang terbuka hijau di sisi barat dan timur rel kereta api Purwosari.

“Teknik pengerjaannya menggunakan bor. Pipa tersebut akan dipindahkan ke sisi selatan lokasi semula. Panjang pipa jaringan yang dipindahkan sekitar 600 meter,” bebernya, akhir Agustus lalu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten