Aktivitas di Pasar Hewan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo batal memindahkan Pasar Hewan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Hal itu lantaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menolak menghibahkan lahan untuk pasar hewan itu di wilayah Solo utara.

Pemprov memiliki rencana sendiri untuk mengembangkan lahan seluas 1,8 hektare yang berlokasi di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, tersebut.

Di sisi lain, Pemkot tak punya rencana cadangan. Wacana revitalisasi pasar pun kembali muncul meski tak mungkin dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan surat balasan dari Pemprov ihwal permintaan hibah lahan di Mojosongo sudah diterimanya beberapa waktu lalu.

Diawali Cekcok di Lahan Parkir, Begini Kronologi Penganiayaan 3 Pemuda di Sukoharjo

“Kami kan sebelumnya mengirim surat kepada Gubernur Jateng untuk menghibahkan lahan itu. Balasannya sudah kami terima dan mereka menolak menghibahkan. Alasannya, Pemprov punya rencana sendiri untuk memanfaatkan lahan itu,” kata dia kepada wartawan, Senin (4/11/2019).

Karena tak jadi pindah, Pemkot kembali mempertimbangkan revitalisasi Pasar Hewan Semanggi. Revitalisasi itu di antaranya dengan memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Selama ini, bau busuk dari pasar menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan pengunjung maupun warga sekitar. Di samping itu, bangunan pasar yang sudah lawas membutuhkan pembaruan.

“Entah nanti mau dikeramik atau dibuat mirip rencana bangunan pasar baru, akan kami pikirkan. Tapi yang jelas rencana pindah sudah batal, pasar biar seperti adanya sekarang ini dulu,” tandasnya.

Jadi Trending Topic Gara-Gara Lemot, Telkomsel Beri Penjelasan

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mendesak Gubernur Ganjar Pranowo menghibahkan lahan di Mojosongo untuk relokasi Pasar Hewan Semanggi. Pada tersebut harus dipindah, salah satunya karena lokasi saat ini tidak representatif.

Pasar hewan itu sudah terdesak permukiman, sekolah, dan rumah sakit. Dia menyebut pemindahan pasar hewan ke Mojosongo dilakukan agar limbahnya tidak mengganggu aktivitas warga.

Pemkot bahkan bersedia menukar lahan di Mojosongo itu dengan seluruh luasan lahan Pasar Hewan Semanggi. “Kalau masih di Semanggi tidak akan representatif. Tidak sejalan dengan pembangunan Semanggi Harmoni. Rumah sakit, sentra industri kecil, dan menengah, sekolah, ke depan juga akan ada bangunan polsek, dan sebagainya. Pembangunan pasar baru sangat mendesak,” kata dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten