Suasana di Pasar Ayam Semanggi, Solo, Senin (29/4/2019). Pedagang mengeluhkan jarak yang terlalu jauh jika Pasar Ayam Semanggi akan di pindah ke kawasan Ring Road Mojosongo.(Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO-Pedagang ayam di Pasar Ayam, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, tidak menolak jika nantinya pasar tersebut dipindahkan ke lokasi lain. Namun, para pedagang meminta lokasi pasar yang strategis agar tidak menyulitkan akses pedagang.

Salah satu pedagang di Pasar Ayam, Suparmi, 52, mengatakan dirinya belum mendapatkan sosialisasi terkait rencana pemindahan lokasi Pasar Ayam. Meskipun begitu, dirinya mengaku tidak akan menolak apabila rencana tersebut direalisasikan.

“Kalau saya sih tidak akan menolak. Memang infonya masih simpang siur di kalangan pedagang alasan kami nanti dipindah. Lokasi pasar yang baru pun kami sebenarnya juga sudah mendapatkan informasi, tetapi kami belum dapat sosialisasi langsung dari Pemkot,” bebernya.

Terkait lokasi yang akan dipindahkan di Mojosongo, Jebres, Solo, Suparmi mengaku sedikit keberatan apabila nantinya lokasi pasar berada di lokasi tersebut. Pasalnya, lokasi tersebut dianggap jauh dan menambah biaya pengiriman ayam sebagai barang dagangan.

“Saya kan dari Sukoharjo, jadi jauh sekali jadinya lokasinya. Saya tidak menolak program pemindahan [relokasi]. Tapi jarak lokasinya itu. Kalau masih bisa berubah, saya harap bisa berubah ke lokasi yang lebih strategis. Kalau takut tidak laku, saya tidak memikirkan itu karena pasti masih laku, karena di sini pusatnya,” ungkap Suparmi.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya Wiji, 60, dia juga mengeluhkan rencana lokasi Pasar Ayam yang baru. Menurutnya, lokasi yang berada di Mojosongo tidak strategis jika dibandingkan lokasi Pasar Ayam saat ini.

“Saya dari Sragen. Kalau di sini [Semanggi] masih strategis. Tapi kalau di Mojosongo sepertinya terlalu jauh lokasinya. Tapi kalau mau dipindah di sana [Mojosongo] ya kami tetap akan ikut program pemerintah,” tuturnya.

Pedagang lainnya, Pardi, mengatakan faktor lokasi yang menjadi keberatan para pedagang tergantung masing-masing pedagang. Dirinya mengaku akan tetap berjualan di Pasar Ayam meskipun lokasinya nanti dipindah ke Mojosongo.

“Kalau saya tidak masalah. Tetap akan berjualan di Pasar Ayam. Memang, untuk biaya transportasi dan waktu akan sedikit berbeda dibandingkan yang sekarang. Kalau pedagang yang rumahnya seperti di Palur tentu akan senang karena lokasi pasarnya menjadi lebih dekat. Yang dari luar kota pasti akan sedikit keberatan. Tapi intinya kami tidak menolak jika memang ada pemindahan,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan masih terus melobi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menghibahkan lahan di tepi jalur lingkar utara Kelurahan Mojosongo, Jebres. Lahan seluas 1,8 hektar tersebut nantinya akan digunakan seabagai Pasar Hewan yang baru menggantikan pasar yang berada di Semanggi. Sedangkan, lokasi Pasar Ayam akan digunakan untuk membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten