Pasar Gentongan Klaten Dulu Dijuluki Pasar Tuyul, Ini Kisahnya
Pedagang martabak, Rojiun, dan gerobak martabaknya di kawasan Pasar Gentongan, Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jumat (15/1/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pasar Gentongan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, di masa lalu sempat dikenal warga di sekitarnya sebagai pasar tuyul. Tapi di era sekarang, sebutan pasar tuyul tersebut lama-lama pudar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Pasar Gentongan menjadi salah satu pasar tradisional yang ramai dikunjungi pembeli di kawasan Kalikotes. Di pasar tersebut, terdapat 250-an pedagang. Ratusan pedagang itu menempati kios, los, dan oprokan di sekitar pasar.

Sebelum tahun 2019, Pasar Gentongan dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Setelah 2019, pasar tersebut dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) Gemblegan.

Uang Pedagang Pasar Gentongan Klaten Kerap Hilang Misterius, Digondol Tuyul?

Di era 1980-an, Pasar Gentongan dikenal sebagai pasar tuyul. Alasannya, duit para pedagang di pasar tersebut sering raib misterius. Para pedagang pun menduga duitnya telah dicuri inthuk alias tuyul.

"Dahulu memang dikenal Pasar Tuyul. Tapi sekarang sudah mulai memudar sebutan itu," kata Kepala Desa (Kades) Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Muh. Waluya, saat ditemui Solopos.com, di desanya, Jumat (15/1/2021).

Waluya mengatakan pernah mewacanakan mengubah tampilan Pasar Gentongan sebagai pasar modern di tahun 2019. Namun hal itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan para pedagang.

Retribusi dan Kebutuhan Operasional

Sebagian besar pedagang beranggapan keberadaan pasar modern justru akan memberatkan mereka karena retribusi dan kebutuhan operasional lainnya akan mengalami kenaikan.

"Sampai sekarang, rencana mengubah Pasar Gentongan menjadi pasar modern tidak terealisasi. Padahal, sudah ada investor dari Jogja yang ingin terlibat dalam pembangunan itu. Lantaran sebagian pedagang menolak rencana itu, kami biarkan Pasar Gentongan seperti yang sekarang ini," katanya.

Dilema Petani Boyolali Rebutan Panenan Jagung dengan Kera Gunung

Sementara itu, beberapa pedagang di kawasan Pasar Gentongan hingga kini masih ada yang mengaku kehilangan duit secara misterius. Kejadian itu sempat dialami penjual martabak di kawasan pasar tersebut, yakni Rojiun.

"Saya sering kehilangan uang selama berusaha di sini. Yang mengambil uang itu, ya yang tak terlihat itu. Kali terakhir, uang saya hilang Rp200.000 sekitar empat hari lalu. Padahal, uang itu saya taruh didompet dan saya taruh di rumah. Uang yang saya taruh di laci gerobak juga sering hilang," katanya.

Update Korban Gempa Majene Sulbar: 8 Orang Meninggal, 637 Luka, 15.000 Mengungsi



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom