Dilema Petani Boyolali Rebutan Panenan Jagung dengan Kera Gunung
Ilustrasi kera (JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, BOYOLALI -- Beberapa tahun terakhir, para petani di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, harus rela hasil panen jagung tidak maksimal karena telanjur diserbu gerombolan kera gunung. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengamankan hasil panenan petani.

Salah satu petani di Desa Sumur, Paidi, mengaku tanaman jagung yang dia tanam habis karena diserbu kera. "Baru kemarin, 6 Januari. Sore itu hujan deras. Setelah reda, tanaman jagung saya sudah diserang," kata dia, Kamis (14/1/2021).

Dia mengatakan serbuan kera ke kebun petani sudah bertahun-tahun terjadi di desanya. Karena peristiwa itu, jagung muda yang sudah tumbuh di kebunnya habis dan tidak bisa dipanen lagi.

Update Korban Gempa Majene Sulbar: 8 Orang Meninggal, 637 Luka, 15.000 Mengungsi

Merebaknya kera di wilayah tersebut sudah terjadi sejak sekitar 2015 lalu. Diperkirakan kera-kera tersebut awalnya datang dari gunung. Namun saat ini kera-kera tersebut sudah semakin banyak dan tinggal di beberapa lokasi.

Bahkan menurutnya kelompok-kelompok kera tersebut sudah memiliki semacam daerah kekuasaan. Satu gerombolan kera bisa mencapai seratusan ekor. Lahan warga yang sering mendapat serbuan kera adalah lahan yang berada di sekitar tebing atau jurang.

"Bagi petani, tentu merasa dirugikan. Mau tanam jagung, diserang kera. Nanti tanam cabai juga ada hama yang lain lagi," kata dia.

Sistem Jaga

Selama ini, ungkap dia, para petani sudah berupaya untuk menghalau kera-kera tersebut. Salah satunya dengan sistem jaga dan memanfaatkan petasan untuk menakut-nakuti kera tersebut.

"Untuk mengatasi, yang dilakukan warga biasanya pakai mercon [petasan]. Tapi biasanya, ketika sekarang dihalau dengan mercon, besok bisa saja diserang lagi kalau tidak dijaga," lanjut dia.

Waduh, Mahasiswi Cantik di Mamuju Tertabrak Motor Gara-Gara Panik Ada Gempa

Sementara itu Pemerintah Desa Sumur mengaku sudah beberapa kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah. Hanya, belum ada solusi yang manjur untuk menghalau kera-kera tersebut.

Kepala Desa Sumur, Siti Prihatin, mengatakan untuk mengatasi serbuan kera terhadap hasil pertanian, dia berencana untuk mengajak para petani menanam tanaman yang tidak disukai kera.

"Misalnya jahe, cabai dan sebagainya. Dengan begitu, kera tidak menyerang pertanian," jelas dia.

Wow, Ada Penampakan Awan Lentikular Merah Saat Merapi Keluarkan Lava Pijar

Solusi itu bukan satu-satunya yang pernah dimunculkan. Sebelumnya, sambung Siti, pihaknya sudah pernah menanam buah-buahan di sekitar jurang agar bisa menjadi sumber pakan para kera.

Hanya, hal itu juga belum berhasil. "Ternyata juga tidak cukup untuk jadi makanan kera-kera itu," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom