Pakar: Ferdy Sambo Sengaja Pilih Rumdin untuk Bunuh Brigadir J

Pakar menilai rumah dinas justru sengaja dipilih Ferdy Sambo karena dianggap paling aman untuk membuat alibi.

 Irjen Pol Ferdy Sambo. (Tribatanews.polri.go.id)

SOLOPOS.COM - Irjen Pol Ferdy Sambo. (Tribatanews.polri.go.id)

Solopos.com, JAKARTA — Banyak kalangan heran dengan pemilihan rumah dinas sebagai lokasi bagi eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo membunuh ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Sebagian orang menilai Ferdy Sambo akan lebih mudah menghilangkan jejak jika membunuh Brigadir J di jalan atau lokasi lain di luar rumahnya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Namun psikolog forensik, Reza Indragiri punya pendapat lain. Ia menilai rumah dinas justru sengaja dipilih Ferdy Sambo karena dianggap paling aman untuk membuat alibi.

“Tersangka FS ini kan cerdas, bahkan mungkin di atas rata-rata. Jadi ia sengaja memilih di situ,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube MetroTVnews, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: 5 Kebohongan Ini Antar Ferdy Sambo ke Penjara

Ia menganalisis, dengan memilih rumah dinas sebagai lokasi membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo yakin bisa membuat skenario yang bakal membuatnya terlepas dari jerat hukum.

Meskipun pada akhirnya, skenario itu gagal total dan hanya bertahan sebulan.

“Lokasi tersebut ideal bagi FS, lokasi yang sungguh-sungguh tidak bisa diakses oleh banyak orang. Tersangka FS akan bisa melakukan rekayasa di TKP, menghilangkan CCTV, mengkondisikan kepada orang-orang yang berpotensi menjadi saksi. FS punya keleluasaan untuk menghilangkan barang bukti dan di situ pula target sasaran yakni Brigdir J tidak bisa melarikan diri,” katanya.

Baca Juga: Ultah Pernikahan Ferdy Sambo di Magelang Picu Pembunuhan Brigadir J

“Kalkulasi kejahatan yang seperti itulah yang menjadi alasan bagi tersangka FS untuk memilih rumah dinasnya sebagai lokasi pembunuhan. Ini tentu saja pikiran spekulatif tetap harus diuji oleh kepolisian,” imbuhnya.

Skenario yang dibuat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo memang gagal total.

Aneka kebohongan Ferdy Sambo terkait kematian Brigadir J terbongkar.

Baca Juga: Percekcokan Sambo-Putri dan Detik-Detik Pembunuhan Brigadir J

Mantan pengacara Bharada E (penembak Brigadir J), Deolipa Yumara, menyebut Ferdy Sambo sebagai setan.

“Ferdy Sambo ini mafia, otaknya isinya setan semua. Namanya setan, bawaannya curiga melulu. Kalau Yosua ini orang baik, orang baik dia,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube tvOneNews, Selasa (16/8/2022).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.

      Uni Eropa Kecam Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia

      Rusia dianggap Uni Eropa sebagai ancaman bagi keamanan global.

      Jadi Rujukan se-Indonesia, Ini Alasan Gus Baha Masih Ceramah Berbahasa Jawa

      Walaupun penggemar Gus Baha sudah menjangkau lintas suku dan daerah tapi ia masih sering menggunakan bahasa Jawa di setiap ceramahnya.

      Berulangkali Lakukan KDRT, Rizky Billar Sulit Lepas dari Jeratan Pidana

      Polisi juga meminta Lesti Kejora untuk melakukan visum untuk melengkapi laporannya.

      Gempa Bumi Tapanuli Utara Picu Kebakaran Pasar Sarulla

      Si jago merah melahap bangunan pasar Sarulla dengan kobaran yang besar.

      Puan Maharani Bacakan Ikrar di Hari Kesaktian Pancasila, Begini Isinya

      Ikrar Puan Maharani tersebut yang diamini semua peserta upacara Hari Kesaktian Pancasila.

      Kecam Lukas Enembe, Majelis Rakyat Papua: Tak Elok Judi Pakai Uang Korupsi

      Menurutnya, perjudian dengan menggunakan dana korupsi sangat tidak etis, karena di kampung-kampung di Papua masih banyak masyarakat yang miskin dan menderita.