Tutup Iklan

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Endus dari Transaksi Perbankan

KPK mengendus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur melibatkan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, melalui transaksi perbankan.

 Bupati Musi Banyuasin, Dodi Alex Noerdin ditetapkan tersangka usai di-OTT KPK. (detikcom)

SOLOPOS.COM - Bupati Musi Banyuasin, Dodi Alex Noerdin ditetapkan tersangka usai di-OTT KPK. (detikcom)

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur melibatkan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin, melalui transaksi perbankan. KPK menyita uang lebih dari Rp1,7 miliar dari kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, bersama sejumlah orang lain terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur. KPK sudah menetapkan empat tersangka pada kasus tersebut.

Mereka, Bupati Muba periode 2017-2022, Dodi Reza Alex Noerdin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba, Herman Mayori, Kepala Bidang SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Muba, Eddi Umari, dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy. Dalam kasus tersebut, Suhandy berperan sebagai pemberi suap sedangkan tiga orang lain sebagai penerima suap.

Baca Juga : Giliran Anak, KPK Tangkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Seperti dilansir detikcom, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyampaikan dalam jumpa pers di kantornya, Sabtu (16/10/2021), KPK menemukan bukti suap kali pertama dari tangan Kadis PUPR Kabupaten Muba, Herman Mayori. Uang Rp270 juta dibungkus kantung plastik.

Uang tersebut akan diberikan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy, kepada Bupati Dodi Reza Alex. Pengiriman uang dilakukan melalui Herman dan Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Muba, Eddi Umari.

“Dari data transaksi perbankan diperoleh informasi transfer uang yang diduga berasal dari perusahaan milik SUH (Suhandy) kepada rekening bank milik salah satu keluarga EU (Eddi Umari),” kata Marwata.

Baca Juga : Ada Campur Tangan Pemancing di 2 Tragedi Susur Sungai Ciamis dan Sempor

Penangkapan Maraton

Setelah uang tersebut masuk, keluarga Eddi melakukan tarik tunai untuk diserahkan kepada Eddi. Eddi lalu menyerahkan uang itu kepada Herman.

“Tim bergerak dan mengamankan HM (Herman Mayori) di salah satu tempat ibadah di Kabupaten Muba. Ditemukan uang Rp270 juta dibungkus kantung plastik,” ujarnya.

Uang tersebut merupakan commitment fee terkait pemenangan perusahaan Suhandy dalam proyek infrastruktur di Pemkab Muba. Tim KPK lalu membawa Eddi dan Suhandy ke Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk dimintai keterangan.

Baca Juga : Tragedi Susur Sungai Sempor Terulang, Tahun Lalu 10 Siswa Meninggal

Dalam waktu bersamaan, tim KPK bergerak di Jakarta. KPK mengamankan anak mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, yakni Dodi Reza Alex Noerdin, di salah satu lobi hotel di Jakarta. Saat itu Dodi bersama ajudannya. KPK menyita uang Rp1,5 miliar dari tangan ajudan Dodi. Dodi bersama ajudannya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan.

“Dari kegiatan ini, Tim KPK selain mengamankan uang Rp270 juta, juga turut diamankan uang yang ada pada MRD, ajudan bupati, Rp1,5 miliar. Saat akan dibawa ke KPK, ternyata ditemukan tas berwarna merah. Ajudannya mengambil tas itu. Setelah dibuka ya itu tadi. Isinya Rp1,5 miliar. Masih didalami peruntukan dan asal uang itu dari mana,” jelasnya.

Tersangka pemberi suap, Suhandy, akan disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Baca Juga : Pemerintah bakal Moratorium Izin Pinjaman Online

Para penerima suap, termasuk Dodi, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Dukung Anies Capres 2024, Emak-Emak Sumut Gerilya via Medsos

Emak-emak Sumatra Utara itu gencar menyosialisasikan Anies Baswedan melalui berbagai media sosial (medsos).

Lolos Ujian, Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Banser

Tak berbeda dengan calon anggota lain, Erick Thohir juga menjalani sejumlah ujian yang cukup berat untuk menjadi anggota.

Pria di Bukittinggi Habisi Nyawa Selingkuhan Istri

Kapolresta Bukittinggi mengatakan pelaku mendapati istrinya berselingkuh dengan korban ketika pulang ke rumah.

Satu dari 15 Perempuan Usia 15 Tahun ke Atas Jadi Korban Kekerasan

Pemilihan rentang waktu tersebut untuk menghubungkan secara simbolis kekerasan terhadap perempuan dan hak asasi manusia. Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi perempuan.

Nekat, Pria Guatemala Menyusup di Roda Pesawat Hingga ke AS

Seorang penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat American Airlines yang terbang ke Miami, Florida, Amerika Serikat.

Perhatian! Indonesia Terlarang untuk Kunjungan Warga 8 Negara Ini

Jika ada orang asing yang pernah berkunjung ke negara-negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, maka di tempat pemeriksaan imigrasi akan langsung ditolak masuk Indonesia.

Pentolan KKB Papua Diringkus, Ini Deretan Kejahatannya

Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menyebutkan, Temius Magayang merupakan Komandan Operasi KKB XVI Wilayah Yahukimo sekaligus buronan sederet kasus pembunuhan.

Covid-19 Varian Omicron Muncul di Afrika, Sejumlah Negara Tutup Pintu

Sejumlah negara memperketat pembatasan perjalanan setelah virus corona Covid-19 varian baru diidentifikasi di kawasan Afrika selatan awal pekan ini.

Gamelan Memengaruhi Musik Barat Sejak Awal Abad XX

Pagodes dari Estampes pour Piano (1903), misalnya, menggunakan sistem pentatonik dan tempi bertingkat (semakin tinggi nada, semakin cepat suaranya; semakin rendah nadanya, semakin lambat suaranya) yang membangkitkan suara gamelan

Facebook Dominasi Sebaran Hoaks Soal Covid-19, Ini Datanya!

Facebook menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan untuk menyebar informasi tidak benar alias hoaks terkait Covid-19.

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Kasus Mutilasi Driver Ojol di Bekasi

Warga dihebohkan dengan kasus mutilasi yang korbannya ditemukan di tepi jalan Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Inisiatif Masjid Hijau Menggalang Komunitas Masjid Peduli Krisis Iklim

Aliansi Umat untuk Bumi atau Ummah for Earth bersama Greenpeace Timur Tengah dan Afrika Utara mengumumkan peluncuran inisiatif baru masjid hijau yang bertujuan mengurangi jejak karbon masjid.

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi Driver Ojol di Bekasi

Tim gabungan Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi yang membuang jasad korbannya di tepi jalan.

Astaga! Pria Ini Tempelkan Kelamin di Buku Doa

Seorang pria di Bekasi, Jawa Barat, ditangkap polisi akibat dugaan penistaan agama yang dilakukan dengan cara menempelkan kelamin ke buku doa.

10 Berita Terpopuler: Jacksen Tiago ke Persis,

Ulasan tentang mantan Pelatih Persipura Jacksen Fereirra Tiago yang resmi bergabung ke Persis Solo menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (28/11/2021).