Tragedi Susur Sungai Sempor Terulang, Tahun Lalu 10 Siswa Meninggal

Tragedi susur sungai yang menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal 1,5 tahun lalu terulang dan menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).

 Sungai Sempor, lokasi insiden ratusan siswa SMPN 1 Turi, Sleman, hanyut saat susur sungai, Jumat (21/2/2020). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Sungai Sempor, lokasi insiden ratusan siswa SMPN 1 Turi, Sleman, hanyut saat susur sungai, Jumat (21/2/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Tragedi kembali terjadi saat anak-anak usia sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler di luar lingkungan sekolah, yakni susur sungai. Kali terakhir, 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis, Jawa Barat, meninggal akibat terbawa arus Sungai Cileueur saat susur sungai, Jumat (15/10/2021).

Promosi"Nobel Vietnam" untuk Terobosan Sains dan Teknologi bagi Kemanusiaan

Seperti dilansir detikcom, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan 11 siswa meninggal saat susur sungai kegiatan Pramuka. Herdiat juga menyampaikan seluruh siswa MTs Harapan Baru Ciamis yang mengikuti susur sungai sudah ditemukan.

Baca Juga : Korban Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman: 10 Meninggal & 23 Luka, Ini Identitasnya

Susur sungai diikuti siswa kelas 7 dan 8 dengan total 150 siswa. Sebanyak 139 siswa sudah kembali ke sekolah sedangkan 11 siswa terdiri dari 8 lelaki dan 3 perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal.

Peristiwa serupa pernah menimpa sejumlah pelajar SMPN 1 Turi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 1,5 tahun lalu, tepatnya Jumat (21/2/2020). Sebanyak 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman ditemukan dalam kondisi meninggal karena terbawa arus Sungai Sempor saat susur sungai pada ekstrakurikuler Pramuka.

Tragedi 1,5 Tahun Lalu

Kegiatan susur Sungai Sempor diikuti 249 siswa SMPN 1 Turi pada 21 Februari 2020 pukul 13.30 WIB. Sebanyak 249 siswa itu terdiri dari 124 siswa kelas 7 dan 125 siswa kelas 8. Sebanyak 216 siswa selamat, 23 siswa luka-luka, dan 10 siswa meninggal.

Baca Juga : Nekat Susur Sungai Sempor, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman: Kalau Mati di Tangan Tuhan

Kala itu, tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD DIY, dibantu sukarelawan dan warga berupaya mengevakuasi korban. Seluruh korban, 10 orang meninggal akibat kecelakaan air saat susur Sungai Sempor ditemukan Minggu (23/2/2020).

Proses pencarian seluruh korban kecelakaan sempat mengalami kendala pada Sabtu (22/2/2020) malam karena jarak pandang. Kondisi Sungai Sempor gelap dan membuat tim gabungan kesulitan mencari korban.

Jenazah siswa SMPN 1 Turi Sleman ditemukan bertahap. Dua jenazah terakhir, Yasinta Bunga, 13, dan Zahra Imelda, 12, ditemukan pada Minggu (23/2/2021) pukul 06.00 WIB. Kedua jenazah ditemukan terseret arus sungai sejauh 400 meter dari lokasi kejadian. Kedua jenazah korban ditemukan di dam matras.

Baca Juga : Kisah Pemancing Selamatkan Puluhan Peserta Susur Sungai Sempor: Banyak Suara Tangis

Korban meninggal pada tragedi susur Sungai Sempor di Sleman itu semua perempuan berusia antara 12 tahun hingga 15 tahun. Berikut 8 nama korban lain yang meninggal saat susur Sungai Sempor di Sleman, DIY. Nadine Fadilah, 12, Sovie Aulia, 15, Arisma Rahmawati, 13, Nur Azizah, 15, Lathifa Zulfaa, 15, Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah, 14, Evieta Putri Larasati, 13, Faneza Dida, 13.

Waktu itu, Kepala Kantor Basarnas DIY, Wahyu Effendi, menyampaikan seluruh korban meninggal akibat susur Sungai Sempor di Turi, Sleman, DIY, Jumat (21/2/2020), telah ditemukan pada Minggu (23/2/2020). Korban berjumlah 10 orang berjenis kelamin perempuan.

Pembina Pramuka Tersangka

Para korban meninggal menggunakan seragam berupa rok panjang. Menurut Wahyu Effendi, pemakaian rok panjang dalam kegiatan susur sungai berisiko tinggi. Sebab, rok panjang menghalangi air dan membatasi gerak.

Baca Juga : Cerita Siswi SMPN 1 Turi Sleman Hanyut di Sungai Sempor: Tenggelam hingga Nyangkut di Bebatuan

“Semua korban perempuan memakai rok panjang. Saat berada di air, rok menghalangi air. Kalau pakai celana, air langsung lewat,” terang dia di Posko SAR Gabungan, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, DIY, Sabtu (22/2/2020), seperti dikabarkan Suara.com.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka tragedi susur Sungai Sempor, yakni warga Sleman, IYA, 36, warga Turi, RY, 58, dan warga Ngaglik, DDS, 58. Mereka berstatus pembina pramuka SMPN 1 Turi Sleman. Ketiganya didakwa melanggar pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Rahardjo.

Seperti dilansir dari suara.com, Pengadilan Negeri (PN) Sleman melalui Hakim Ketua Annas Mustaqim saat itu menjatuhkan vonis 1,5 tahun terhadap tiga terdakwa. Hakim menyatakan ketiganya terbukti lalai hingga menyebabkan korban jiwa.

Baca Juga : Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs di Ciamis, Kemenag Akan Evaluasi

Putusan tersebut merujuk pada unsur pidana dalam Pasal 365 KUHP dan 360 (2) KUHP Juncto Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. “Menyatakan bersalah secara sah melakukan tindakan pidana. Perbuatan kealpaan menyebabkan orang lain mati. Dan kealpaan menyebabkan orang lain luka-luka, hingga tidak dapat beraktivitas dalam jangka waktu tertentu,” kata Annas di depan sidang, Senin (24/8/2020).

Hakim menyebut lama masa tahanan mereka dikurangi masa tahanan yang sudah mereka jalani. Lama hukuman ketiga terdakwa terhitung lebih cepat ketimbang tuntutan JPU yakni 2 tahun.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Investor Batu Bara Gugat Yusuf Mansur setelah Bersabar 11 Tahun

Awalnya warga Bogor, Jawa Barat itu tidak ingin mempermasalahkan secara hukum karena ingin menjaga nama baik Yusuf Mansur. 

Investor Yusuf Mansur Kirim Surat Terbuka kepada MUI, Ini Isinya

Alasan surat terbuka itu ditujukan ke MUI karena Yusuf Mansur selalu membawa nama agama di setiap investasi yang digalangnya.

Ada Padat Karya Irigasi di 750 Desa di Jateng & Jatim, Ini Pengumuman BBWSBS

Padat karya irigasi yang akan digelar di 750 desa di Jateng dan Jatim ini bagian dari program P3-TGAI yang menyasar desa di seluruh Indonesia.

+ PLUS Mandau Terbang dan Jejak Peradaban Logam di Kalimantan

Cerita mandau terbang dan jejak peradaban logam dari kajian pengolahan logam di Kalimantan.

Premium, Ini Rekomendasi 6 Jam Tangan Pria Terbaik 2022

Berikut rekomendasi lima jam tangan pria premium terbaik di 2022.

Korupsi di Bawah Rp50 Juta Tak Dipidana? Ini Kata ICW

Tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara di bawah Rp50 juta untuk diselesaikan dengan cara pengembalian kerugian keuangan negara.

Menkes: Covid-19 Akan Melejit Tapi Bergejala Ringan

Menkes menjelaskan ciri-ciri dari Covid-19 varian Omicron yaitu tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah.

Destinasi Wisata di Kepulauan Mentawai Tarik Perhatian Pesohor Dunia

Keindahan pantai dan ombak di pantai kawasan Kepulauan Mentawai membuat pesohor dunia mendatangi Tanah Air.

+ PLUS Memberi Uang Tanda Terima Kasih kepada Aparat, Wajar atau Tidak?

Sebanyak 17,63 persen masyarakat membayar uang melebihi ketentuan, baik ketika mengakses layanan secara sendiri maupun melalui perantara pada 2021.

Covid-19 Melonjak Lagi, Ini Wanti-Wanti Presiden Jokowi

Presiden Jokowi memberikan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi terjadi beberapa hari ke depan.

42 Dosen Baru Ikuti Pekerti di UMS, Ini Tujuannya

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 42 peserta yang terdiri atas 32 dosen di lingkungan UMS dan 10 dosen di luar lingkungan UMS.

Malang Digoyang Gempa Magnitudo 5,2

Pusat gempa berada di 445 kilometer di tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 10 kilometer.

Jokowi Minta Korpri Jadi Pencetus Bukan Pengikut

Kepala Negara meminta Korpri bersikap terbuka, dengan menghilangkan semua ego, baik ego sektoral, ego daerah, hingga ego ilmu.

Presiden: ASN Terlalu Lama di Zona Nyaman

Zona nyaman ASN itu berakibat pada kurang produktifnya kinerja aparatur negara itu.

UNS Buka Prodi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Buruan Daftar

Sejak 2021, D4 Kebidanan FK UNS sudah tidak menerima mahasiswa baru dan pada 2022 ini resmi menjadi Sarjana Kebidanan.