NHS Covid-19, Aplikasi Smartphone Bantu Cegah Penularan Virus Covid-19
Aplikasi ini akan memberi notifikasi isolasi, jika pengguna beresiko tinggi terinfeksi. (BBC)

Solopos.com, LONDON — Lembaga kesehatan Inggris, National Health Service (NHS) telah meluncurkan aplikasi ponsel pintar Covid-19 pada Kamis (24/09/2020). Lebih dari satu juta orang telah mengunduh aplikasi ini pada hari pertama peluncurannya.

Pertontonkan Orang Telanjang di Depan Anak-anak, Acara TV Ini Tuai Kontroversi

Dilansir BBC news, Jumat (25/9/2020), aplikasi NHS Covid-19 hadir ketika Inggris bersiap untuk gelombang kedua infeksi Covid-19. Peluncuran tersebut dilakukan ketika Inggris melaporkan 6178 kasus covid-19 pada hari Rabu, yang naik 1.252 kasus infeksi sejak Selasa, dan tercatat 37 kematian.

Awalnya Pemerintah Inggris bermaksud untuk merilis aplikasi ini pada bulan Mei. Tetapi masalah dengan desain awal dan penambahan fitur tambahan, membuatnya baru siap untuk uji publik terakhir pada bulan Agustus.

Lebih dari satu juta orang telah mengunduh aplikasi ini dalam hari pertama peluncurannya. Pemerintah menganjurkan siapapun yang berusia 16 tahun ke atas diminta untuk menginstal aplikasi tersebut. Batas usia ini sejalan dengan aplikasi pelacakan kontak Protect Scotland, yang berniat meluncurkan versi baru dengan mengizinkan orang dibawah umur 18 tahun pada akhir bulan September ini.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan aplikasi tersebut membantu pemerintah, untuk menemukan lebih banyak orang yang beresiko terkena virus, yang tidak ditemukan oleh pelacak kontak manusia.

Gemas! Dalang Cilik Ini Ngamuk ke Ayahnya Karena Salah Nada

“Setiap orang yang mengunduh aplikasi ini akan membantu mereka melindungi diri sendiri, membantu melindungi orang yang mereka cintai, dan membantu melindungi komunitas masyarakat,” kata Meteri Kesehatan tersebut.

Bantuan Teknologi

Menteri kesehatan juga menambahkan semakin banyak orang yang mengunduh aplikasi NHS-Covid-19, maka pemutusan virus tersebut akan semakin efektif. Selain itu ia juga mengatakan bahwa dengan tingkat infeksi yang meningkat, setiap alat yang tersedia harus digunakan untuk mencegah penularan termasuk teknologi baru.

Aplikasi NHS Covid-19 ini menggunakan sinyal Bluetooth, untuk mencatat saat pengguna berada dalam kontak dekat dengan pengguna yang mengaku terinfeksi covid-19. Biasanya dalam jarak dua meter selama 15 menit atau lebih, aplikasi ini akan memberi tahu pengguna untuk melakukan isolasi diri selama dua minggu, dan memicu dimulainya jam hitung mundur aplikasi.

Meskipun penerima tidak memiliki gejala atau hasil tes negatif, mereka harus tetap tinggal di rumah selama itu. Pemerintah Inggris mulai 28 September akan memberlakukan denda sebesar £1000 setara 19 juta rupiah, bagi orang-orang yang melanggar aturan isolasi diri.

Dokter Sampai Heran, Pria Ini Bisa-Bisanya Telan Sikat Gigi Utuh

Tetapi karena aplikasi ini memungkinkan pengguna tetap anonim, dan kepala kesehatan Inggris ingin aplikasi ini menjadi populer, aturan denda tersebut bagi pengguna seharusnya tidak menjadi masalah.

ID Acak

Aplikasi ini juga menghasilkan ID acak untuk setiap pengguna untuk melindungi privasi mereka, dan mencocokkan kasus di perangkat smartphone mereka masing-masing. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk memesan tes Covid-19 tergantung dari ketersediaan, memeriksa gejala, dan mendaftarkan diri di tempat-tempat menggunakan kode batang tipe QR yang ditampilkan oleh bisnis.

Sejauh ini, pemerintah Inggirs mengatakan lebih dari 160.000 bisnis telah mengunduh kode unik ini untuk properti bisnis mereka. Manfaat dari fitur ini adalah, jika pemerintah mengidentifikasi suatu tempat sebagai pusat wabah, mereka dapat memperbarui databasenya secara teratur.

Kemudian dari aplikasi ini penggguna dapat diberitahu untuk mengisolasi diri, dan atau diuji tergantung pada keadaan tanpa harus mengungkapkan identitas mereka.

Tujuan utama diluncurkannya aplikasi ini yaitu diharapkan bisa mengubah perilaku orang agar mereka cenderung tidak tertular atau menularkan virus Covid-19. Selain itu, berkat aplikasi NH-Covid 19, masyarakat Inggris akan memperhitungkan kapan pembawa virus itu berasa pada kondisi yang paling menular.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom