Tutup Iklan
New Normal, UMKM Sukoharjo Digenjot Pemasaran Online
Ilustrasi bisnis online. (Freepik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo gencar memberikan bimbingan teknis (Bintek) pemasaran secara online.

Bintek pemasaran online menyasar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Sukoharjo dalam rangka penerapan tatanan kenormalan baru atau new normal.

Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo, Sutarmo, menargetkan bintek dilakukan agar pelaku UMKM tetap menjalankan usaha dan memasarkan secara online di tengah pandemi Covid-19.

“Di era new normal saat ini, pelaku UMKM harus bangkit dan tetap berusaha dengan menyesuaikan kondisi yang ada. Jadi, meski ada pandemi virus corona, produk UMKM bisa dipasarkan secara online,” katanya.

Jembatan Ganefo Baru Sragen Dibangun Pakai Dana Rp33 Miliar

Sutarmo mengatakan bintek kali ini digelar bagi 30 UMKM Sheltered Wijaya Mulya Jombor Bendosari dan 30 Pedagang Kaki Lima (PKL) Kelurahan Bulakrejo, Sukoharjo, terkait pemasaran online.

Menurutnya, produk UMKM Sheltered Wijaya Mulya Sukoharjo selama ini sudah cukup bagus seperti Batik Ciprat dan Keset. Hanya saja, kemasan dan pemasarannya harus diperluas seperti pemasaran secara online.

“Dinas akan membantu pemasaran UMKM Sheltered Wijaya Mulya ini melalui pameran dan memasarkan secara online di Toko PAS atau Produk Asli Sukoharjo yang dikelola oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu,” ujarnya.

Sementara PKL Kelurahan Bulakrejo, Sukoharjo, mendapat bintek terkait informasi permodalan yang digelar di Balai Kelurahan Bulakrejo.

Pemudik Datang ke Sukoharjo Tetap Diminta Langsung Isolasi

Menurutnya, salah satu masalah utama yang dihadapi UMKM adalah akses permodalan. Untuk itu, dinas akan mendampingi pelaku UMKM dalam mengakses dan mengelola permodalan serta didorong bergabung dalam koperasi.

Sutarmo mengaku pandemi Covid-19 berdampak besar pada sektor usaha perdagangan, termasuk UMKM. Pelaku UMKM ikut terdampak setelah produk yang dihasilkan mengalami kesulitan pemasaran hingga menembus pasar luar negeri.

Hal sama juga dirasakan pelaku usaha atau industri yang masih mengandalkan mendapatkan pasokan bahan impor dari beberapa negara.

Pengawasan Ketat

Kondisi tersebut terjadi sejak awal ramai kasus penyebaran virus corona di sejumlah negara. Pelaku usaha khususnya yang akan menjual produk atau ekspor ke luar negeri mengalami kesulitan.

Covid-19 Mengancam, Angka Pernikahan di Kota Semarang Anjlok

Sebab beberapa produk mendapat pengawasan ketat sebelum dilakukan pengiriman. Dampak lainnya yakni terjadinya penurunan sejumlah permintaan dari pasar luar negeri.

“Perdagangan ekspor impor dari pelaku usaha dan UMKM sempat terganggu sedikit akibat virus corona. Sekarang sudah mulai stabil setelah ada bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Beberapa produk dari Sukoharjo yang dihasilkan pelaku usaha dan UMKM seperti tekstil, garmen, rotan, mebel, dan lainnya. Produk tersebut sebelumnya sempat tertahan dalam proses pengiriman sebelum akhirnya berhasil dikirim ke luar negeri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho