bunuh diri ilustrasi

Solopos.com, SRAGEN -- Umar Yatin, 44, seorang narapidana (napi) kasus penyalahgunaan narkoba ditemukan tewas gantung diri di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen, Kamis (10/10/2019) pagi.

Kasus napi gantung diri itu menggegerkan warga binaan dan jajaran sipir LP Sragen. Jasad Umar Yatin kali pertama diketahui Paiman, sipir di LP Sragen, sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat itu, Paiman, 51, bermaksud mengecek Ruang Tuberculosis (TB) 1 yang difungsikan sebagai ruang isolasi. Umar Yatin merupakan satu-satunya napi yang menghuni ruang isolasi itu.

Saat menengok ruang itu dari luar, Paiman dikejutkan dengan sosok tubuh menggantung. Saat ditemukan, tubuh Umar Yatin menggantung dengan kain sarung. Sarung itu terikat ke teralis besi ventilasi ruangan.

Paiman lantas melapor kepada atasannya yang diteruskan kepada Polsek Kota Sragen. Jajaran Polsek Kota Sragen dan Polres Sragen kemudian mendatangi lokasi.

Mereka mengevakuasi jasad Umar lalu membawanya ke Ruang Jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro untuk divisum.

“Kami tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan menolak autopsi. Selanjutnya, korban kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi, kepada Solopos.com.

Kasubsi Registrasi LP Kelas IIA Sragen, Ratna Dwi Lestari, mengatakan Umar Yatin merupakan napi pindahan dari Boyolali sejak April lalu. Dia memastikan Umar Yatin tidak menderita TB meski menghuni ruang isolasi.

Menurutnya, Umar Yatin dimasukkan ruang isolasi sesuai arahan Badan Nasional Narkotika (BNN) yang memeriksanya di LP Sragen belum lama ini.

“Dugaan penyebab dia bunuh diri apa, kami juga tidak tahu. Apa mungkin merasa kepikiran setelah diperiksa BNN, saya juga tidak tahu. [Dia dimasukkan ke ruang isolasi] untuk langkah keamanan dan sesuai instruksi dari BNN,” jelas Ratna.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten