Mulai Terungkap, Ada Pria Ngaku Suami dari Mayat Puhpelem Wonogiri
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, memimpin proses evakuasi mayat hanya tinggal kerangka yang ditemukan di Lingkungan Giriharjo RT 001/RW 001, Kelurahan Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (16/5/2020). (istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI - Polres Wonogiri menerima laporan warga yang mengaku sebagai suami dari mayat yang ditemukan di Puhpelem Wonogiri, Sabtu (16/5/2020) lalu.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Satreskrim (Kasatreskrim) Polres Wonogiri, Iptu Ghala Rimba Doa Rissang, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (19/5/2020). Ghala menyebut identitas mayat sudah hampir dipastikan terungkap.

Candi Borobudur dan Prambanan Buka Lagi Juni 2020, Wisatawan Bisa Masuk Asal…

Hal itu karena ada warga yang mengaku keluarga dekat dari mayat yang ditemukan tersebut. Warga yang mengaku suami dari mayat tersebut merupakan warga Wonogiri di luar Puhpelem.

Pria itu mengatakan istrinya pamit pergi dari rumah sekitar tiga bulan lalu. Keduanya memiliki masalah keluarga. Sang istri mengaku sudah merasa tak nyaman dengan suami. Menurut si suami pakaian yang ditemukan bersama kerangka adalah pakaian yang dikenakan istrinya saat pergi dari rumah.

Lelaki tersebut meyakininya karena hapal pakaian dan barang lainnya milik istrinya. Seperti diketahui, kerangka ditemukan bersama sweater merah berkudung, celana panjang jins, sepasang sarung tangan ungu, sisir merah muda, anting, dan cincin.

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1441 H Jatuh Pada 24 Mei 2020, Pemerintah Kapan?

“Suami dan korban memiliki satu anak. Kedua orang tua korban masih ada. Orang tua yang akan kami ambil sampelnya untuk tes DNA adalah ibunya,” kata Ghala mewakili Kapolres, AKBP Christian Tobing.

Tes DNA

Kini, penyelidik hanya tinggal menunggu hasil tes deoxyribo nucleic acid (DNA) mayat dan orang yang mengklaim dirinya sebagai orang tua. Kepastian DNA diperlukan sebagai bukti autentik pengungkapan identitas mayat tersebut.

Bukan Di Kantor Pos, Ini Lokasi Penyaluran BST Kemensos Rp600.000 Untuk Warga Sukoharjo

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Sambirejo, Puhpelem, Atmo Sutiyo, 60, menemukan mayat yang tingggal kerangka saat mencari dedaunan untuk pakan ternak. Dia lalu pulang untuk menginformasikan temuannya kepada warga. Selanjutnya warga menginfomasikannya kepada aparat Polsek Puhpelem.

Kapolres memimpin langsung proses evakuasi mayat tersebut. Tidak ditemukan kartu identitas atau surat lain yang menunjukkan identitas seseorang. Dompet pun tidak ada. Polisi menduga mayat tergeletak di lokasi sejak lebih kurang dua bulan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho