Merapi Termasuk Gunung Api Strato, Ini Ciri-Cirinya
Pemandangan Gunung Merapi dari Kalitalang, Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). (Antaranews.com)

Solopos.com, SOLO -- Erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Gunung ini pun masih berstatus Siaga atau Level III. Merapi yang merupakan salah satu gunung teraktif di Indonesia termasuk gunung api strato.

Ada banyak jenis bentuk gunung api di dunia. Museum Gunung Merapi (MGM) di Sleman menyebutkan setidaknya ada 5 bentuk gunung api. Sebagaimana dikutip dari laman resmi MGM, beberapa waktu lalu, Gunung Merapi termasuk gunung api strato.

Bentuk gunung api strato atau kerucut berlapis ini cukup mudah dijumpai di Indonesia. Gunung api berbentuk runcing ini banyak terdapat di kepulauan Indonesia. Bentuk gunung api ini terjadi akibat adanya tumpukan berlapis bahan-bahan piroklastika yang dikeluarkan ketika erupsi magma. Gunung api ini berbentuk seperti kerucut.

Baca Juga: Tega, Suami Ini Siram Istri Pakai Air Mendidih Gara-gara Dibangunkan Untuk Sarapan Pagi

Puncak gunung api ini semakin lama semakin tinggi karena endapan erupsi lava dan bahan piroklastik dari kawah gunung. Pembentukan stratovolcano ini terjadi di zona subduksi. Di Indonesia gunung api strato paling banyak dijumpai.

Selain itu ada beberapa ciri lain dari gunung api bentuk ini seperti erupsi yang berganti-ganti antara efusif dan eksplosif. Ini menjadikan gunung memperlihatkan batuan beku yang berlapis-lapis pada dinding kawahnya.

Kemudian gunung api strato juga mengalami letusan yang berkali-kali dengan dapur magma yang dalam dan viskositas serta kekentalan magma tinggi. Misalnya Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Perahu atau secara umum sebagian besar gunung api di Indonesia memiliki bentuk strato atau kerucut.

Baca Juga: Legenda Janggitan, Lelembut Sawah di Sukoharjo dan Wonogiri

Strato artinya lapisan karena badan gunung api ini terdiri atas lapisan lapisan lava yang bercampur dengan hasil-hasil vulkanis lainnya seperti debu, pasir, kerikil, dan bom.

bentuk gunung api
Gunung api strato (mgm.slemankab.go.id)

Campuran yang dikandungnya memungkinkan endapan pada lereng gunung berlapis-lapis sehingga gunung api semakin tinggi menjulang ke atas. Sebagian besar gunung api di Indonesia tergolong bentuk gunung api strato atau kerucut.

Jenis Gunung Api Lainnya

Selain gunung api strato, jenis gunung api berdasarkan bentuk di antaranya adalah gunung api kaldera, mar, kubah, dan perisai. Gunung api kaldera terdiri atas kaldera letusan yang terjadi akibat letusan besar yang melontarkan sebagian besar tubuhnya.

Kemudian kaldera runtuhan yang terjadi karena runtuhnya sebagian tubuh gunungapi akibat pengeluaran material yang sangat banyak dari dapur magma.

Baca Juga: Nyaris Diamuk Massa! ASN Selingkuh dan Mesum Dalam Mobil di Parkiran Pasar

Gunung api mar atau maar ini terbentuk dari adanya ledakan atau letusan yang bersifat eksplosif. Biasanya cenderung terjadi sekali dengan kekuatan yang cukup hebat. Bentuk gunung api ini sekali meletus dengan eksplosif, maka menjadi gunung api yang mati. Kemudian memiliki dapur magma yang dangkal dengan tekanan yang tinggi.

Sedangkan gunung api kubah terbuat dari lava kental mengandung asam yang keluar saat terjadi letusan. Lava ini mengisi lubang kawah di bagian puncak gunung. Lava yang mengeras pada kawah ini dapat menurup lubang pada dinding gunung. Ini dapat mengakibatkan terjadinya ledakan.

Terakhir, gunung api bentuk perisai yang bukan terbentuk dari adanya letusan melainkan lebih karena adanya aliran lava basal bersifat tipis dan basah. Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tingggi.

Baca Juga: Siap-Siap Lur! Gaya Kepemimpinan Cawali Solo Gibran dan Rudy Diprediksi Seperti Bumi Dan Langit

Bentuk gunung api ini akan berlereng landai dan susunannya terdiri atas batuan yang bersifat basaltik. Gunung api yang juga dikenal sebagai gunung api tameng ini memiliki beberapa ciri.



Berita Terkini Lainnya








Kolom