Terjadi 22 Kali Guguran Awan Panas, Warga Lereng Merapi di Klaten Tetap Ngarit
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). (Antarafoto-Hendra Nurdiyansyah)

Solopos.com, KLATEN -- Aktivitas warga di lereng Merapi wilayah Klaten tak terpengaruh meski intensitas guguran awan panas di puncak Gunung Merapi meningkat sejak Selasa (26/1/2021) sore hingga Rabu (27/1/2021) siang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Rabu terjadi 22 kali awan panas guguran antara pukul 06.00 WIB-12.00 WIB.

Guguran awan panas juga berdampak pada guyuran hujan abu di beberapa wilayah setidaknya sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Wilayah yang diguyur hujan abu tipis di wilayah Klaten seperti di Desa Sidorejo, Tegalmulyo, serta Tlogowatu, Kecamatan Kemalang.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi Siang Ini, Abu Vulkanik Mengarah ke Magelang

Meski arah guguran ke sisi barat Merapi, hembusan angin yang mengarah ke timur membuat abu mengguyur beberapa kawasan lereng Merapi wilayah Klaten.

Salah satu warga Dukuh Mbangan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Sukiman, mengatakan warga masih menjalankan aktivitas harian seperti mencari rumput pakan ternak serta berkebun. Namun, aktivitas warga tersebut dilakukan di daerah yang berada pada luar radius bahaya erupsi.

“Batasan masih sama. Warga tidak boleh berada pada 3 km dari puncak. Kalau di sekitar sungai yang berhulu di Merapi, tidak boleh berada pada radius 5 km. Ngarit [mencari rumput] masih biasa saja,” kata Sukiman saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Menempel pada Daun

Sukiman mengatakan guyuran hujan abu juga tak memengaruhi aktivitas warga.

“Hujan abu tipis mulai Selasa pukul 18.26 WIB dan tadi pagi. Karena terpengaruh besarnya hembusan angin, sudah tidak meninggalkan bekas di genteng rumah warga kecuali yang menempel pada daun,” jelas dia.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Tabrak Lari yang Sebabkan Pemuda Sragen Meninggal

Koordinator pengungsian Tempat Evakuasi Sementara (TES) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, mengatakan tidak ada dampak hujan abu yang mengguyur wilayah Balerante dari rentetan erupsi yang terjadi sejak Selasa sore.

Dia juga menjelaskan aktivitas warga tak terpengaruh dengan peningkatan intensitas erupsi.

“Yang biasa merumput ya merumput kemudian tidak ada hujan abu. Sehingga tidak berpengaruh ke hijauan untuk pakan ternak. untuk persiapan masker masih cukup banyak stok baik dari BPBD maupun bantuan pihak lain,” kata dia.

Baca juga: Wejangan Bupati Sragen untuk CPNS: Jangan Ikuti ASN yang Njempol, Nyoto, Lalu Pulang

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan arah potensi bahaya erupsi masih condong ke sisi barat. Namun, dampak erupsi berupa hujan abu terasa di wilayah Klaten pada Selasa malam hingga Rabu pagi.

“Dari keterangan yang saya dapat hujan abu tipis mengarah ke Tegalmulyo. Untuk Balerante masih aman,” kata Nur.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom