Tutup Iklan -->
Mencengangkan! Begini Pernyataan ABG Pembunuh Bocah 6 Tahun di Sawah Besar
Ilustrasi korban pembunuhan. (Solopos.com-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, JAKARTA - Seorang ABG berinisial NF tega membunuh bocah berusai 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pernyataan ABG pembunuh bocah itu pun cukup mencengangkan karena mengaku puas telah melakukan pembunuhan.

Pernyataan ABG pembunuh bocah itu diketahui setelah dimintai keterangan oleh kepolisian. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Pasalnya, dia melakukan pembunuhan secara sadis kepada anak berusia 6 tahun.

Dilelang, Game Konsol Kolaborasi Nintendo Playstation Laku Rp5,1 Miliar

"Si pelaku ini dengan sadar diri menyatakan telah membunuh dan menyatakan ‘saya tidak menyesal tapi saya merasa puas’," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto seperti dikutip dari Suara.com, Minggu (8/3/2020).

NF kabarnya melakukan tindakan keji itu karena terinspirasi dari film horor. "Masih kami dalami. Dari pengakuannya dia pernah nonton setahun yang lalu. Namun ini masih dalam pendalaman karena ini sedikit unik," sambung Heru.

Buka-Bukaan Pola Makan Mahasiswa: Cukup 2 Kali Sehari

Sebelumnya, NF, 15, diduga telah menyekap bocah berusia enam tahun hingga tewas. Dia kemudian menyerahkan diri ke Polsek Metro Taman Sari Jakarta Barat, Jumat (6/3/2020) pagi WIB. Pembunuhan itu dilakukan di rumah NF di kawasan Sawah Besar, Kamis (7/3/2020).

NF menyimpan jasad korban di lemarinya di dalam kamar. Korban pun membuat cemas keluarganya karena tak kunjung pulang. Ketua RT setempat, Sofyan, 47, korban memang benar dilaporkan hilang ke Polsek Sawah Besar sejak Kamis malam.

Bridge Fountain Bikin Pesona Semarang Tak Kalah dari Korea Selatan

Dikira Diculik

"Kita cari [korban], ke rumah- rumah warga, ke kamar- kamar kosong, semua kita cari. Bahkan sampai ke got kita cari, akhirnya mantan ketua RW dan binmas meminta untuk lapor saja ke Polsek Sawah Besar. Saya bersama orang tua [korban] melapor sampai jam 24.00 WIB," kata Sofyan.

Berdasarkan kesaksian warga sekitar, Yuli, 45, NF dan APA memang sering bermain bersama. Karena itu awalnya tidak ada kecurigaan untuk mengecek lemari NF ketika APA hilang. "Itu ibunya [korban] cari semalaman, sampai ke daerah Taman Sari, dikira diculik," kata Yuli.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho