Bupati Sragen Yuni Sukowati (kiri) kaget saat ditawari bayam satu ikat senilai Rp15.000 di Pasar Bunder Sragen, Jumat (15/11/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati turut ambil bagian dalam Gerakan Ayo Belanja Bersama ke Pasar Tradisional, Jumat (15/11/2019) pagi, di Pasar Bunder Sragen.

Tak tanggung-tanggung, Yuni menghabiskan duit Rp700.000 untuk berbelanja aneka komoditas di Pasar Bunder Sragen. Para pejabat dan PNS ikut berbelanja ke Pasar Bunder karena ada Bupati yang ikut berbelanja dalam kegiatan yang dimotori Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen itu.

Pada kesempatan itu Bupati Yuni pun tak segan keliling pasar.

“Tomatnya 1 kg ya! Berapa?” kata Yuni, sapaan akrabnya kepada pedagang.

“Rp9.000, Bu,” jawab pedagang.

“Oke. Daun bawangnya juga ya. Berapa totalnya?” tanya Yuni lagi tanpa menawar.

“Semua Rp25.000,” katanya.

Yuni terus melangkahkan kaki dan tertarik dengan rambak yang dibungkus dengan plastik ukuran besar. Rambak itu biasa digunakan untuk olahan sambal tumpang krecek.

“Berapa ini rambak kreceknya?” tanya Bupati Yuni kepada pedagang tua yang dikenal dengan nama Mulyono, 65.

“Rp140.000, Bu.” Yuni kaget tapi tetap membeli rambak itu. Ia menyerahkan uang Rp50.000-an tiga lembar kepada Mulyono tanpa minta kembalian.

Yuni keluar pasar lalu mampir ke pedagang makanan ringan. Ia memilih tahu, jadah, dan makanan ringan lainnya senilai Rp25.000,

Di mulut pintu masuk pasar, Yuni diadang banyak pedagang keliling yang menawarkan dagangannya. Seorang pedagang membawa bayamnya dan menawarkan kepada Yuni.

“Bu, bayamnya dibeli!” pintanya.

“Baik, berapa harganya?” tanya Yuni.

“Rp15.000, Bu,” kata si pedagang

Yuni kaget namun tetap tak menawar. Yuni menyerahkan uang Rp20.000 dan tak meminta kembalian. “Bayamnya mana? Jangan dibawa kembali lagi kan sudah dibeli,” seru Yuni.

Dalam waktu kurang dari 1 jam, Yuni menghabiskan Rp700.000 di Pasar Bunder itu. Yuni pun bingung sebenarnya mau masak apa karena memang Yuni jarang masak.

“Saya mau buat perkedel. Semua bumbu dan bahan sudah saya beli, tinggal daging cincang yang belum. Itu saja sudah habis Rp700.000,” ujarnya.

Tak cuma Bupati, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen Sutrisna terlihat ikut menenteng plastik berisi pisang, ketumbar, dan bawang pesanan istrinya dari rumah.

“Ini semua pesanan rumah. Ya, ini hari sayang istri,” ujar Sutrisna saat berbincang dengan solopos.com

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Sragen Tugiyono juga membawa plastik berisi barang hasil belanjaannya.

Semua sayuran yang diberi Tugiyono, seperti brokoli, tomat, dan cabai dengan total senilai Rp200.000. “Ini semua untuk sarapan tanpa nasi. Semua sehat-sehat,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten