Pedagang dan warga berkumpul di jalan Jatitengah-Sukodono saat peresmian Pasar Jatitengah, Sukodono, Sragen, Jumat (8/11/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Dua pasar tradisional di Sragen, yakni Pasar Tunggul Kecamatan Gondang dan Pasar Jatitengah Kecamatan Sukodono, diresmikan, Jumat (8/11/2019).

Dua pasar itu direvitalisasi menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2019 senilai Rp2,8 miliar. Peresmian kedua pasar tersebut dipusatkan di Pasar Jatitengah, Sukodono.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tedi Rosanto, menyampaikan revitalisasi Pasar Jatitengah menelan biaya Rp1.662.097.000. Dia mengatakan pasar tersebut ditempati 97 pedagang yang terdiri atas 17 kios dan 80 petak los.

Sedangkan revitalisasi Pasar Tunggul menelan biaya Rp1.141.870.000. Pasar itu ditempati 42 pedagang, terbagi atas 10 kios dan 32 petak los.

“Pembangunan pasar tradisional ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat terhadap pasar modern dan toko online. Kami berharap pascarevitalisasi kondisi pasar menjadi lebih bersih, aman, nyaman, tidak panas, dan tidak becek saat musim penghujan, serta dilengkapi dengan fasilitas, seperti MCK, tempat pembuangan sampah, dan kantor pengelola,” ujar Tedi.

Peresmian dilakukan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan dengan memotong tumpeng nasi kuning dan penandatanganan prasasti untuk dua pasar tersebut.

“Kami mengimbau kepada pedagang agar kalau butuh apa- apa lewat paguyuban pedagang. Jangan sampai rentenir masuk pasar. Utang Rp1.000 jadi Rp3.000. Kita harus bisa memerangi rentenir. Syukur paguyuban bisa membuat koperasi sehingga pedagang kalau pinjam uang bisa langsung ke koperasi. Hasil koperasi itu dari pedagang untuk pedagang juga,” imbau Yuni.

Seusai meresmikan pasar, Yuni didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno melanjutkan gowes ke Sragen kota yang jaraknya 11 km.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten