Marah Ditegur Tak Pakai Masker, Kakak-Adik di Sulawesi Selatan Rusak Posko Covid-19
Ilustrasi hasil tes virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, LUWU -- Dua orang pria merusak posko Covid-19 di Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), karena tidak terima saat ditegur petugas karena tidak memakai masker. Dua pelaku itu merupakan kakak-adik.

"Ngamuk itu pelakunya, sebelumnya ditegur karena tidak pakai masker," ujar Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, kepada Detikcom, Kamis (21/5/2020).

Ulah kakak-adik rusak posko Covid-19 ini terjadi di Desa Olang, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 20.00 Wita.

Sebentar Lagi Lebaran, Simak Kata Ustaz Soal Silaturahmi saat Pandemi Covid-19

Menurut Faisal, insiden itu bermula saat salah satu pelaku melintas di depan posko dan ditegur petugas karena tidak pakai masker. "Waktu sore adiknya yang ditegur tidak pakai masker. Malam-malam datanglah kakaknya mengamuk, merusak posko," terang Faisal.

Saat pelaku rusak posko Covid-19, mereka menggunakan batang besi. "Besi ya, batang besi, bukan parang," ujar dia.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri. Kini polisi sedang mencari pelaku. "Kapolseknya di sana langsung melakukan pencarian terhadap pelaku," imbuh Faisal.

PLN Jateng-DIY Tiadakan Pemadaman Listrik Selama Lebaran

Melukai Petugas Posko

Selain merusak posko Covid-19, pelaku juga memukul seorang petugas posko. Faisal mengatakan pelaku memukul korban dengan tangan kosong satu kali pada bagian kepala sebelah kiri.

Pemukulan menyebabkan bagian yang dipukul bengkak. "Sehingga mengakibatkan korban mengalami luka atau bengkak pada kepala sebelah kiri," ujar Faisal.

Cara Warga Klaten Kelabuhi Sipir LP, Narkoba Dilakban & Dimasukkan Leher Ayam

Berdasarkan informasi yang diunggah di lama covid19.sulselprov.go.id, jumlah kasus Covid-19 di provinsi tersebut cukup banyak, yakni mencapai 1.101 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 367 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan sebanyak 56 orang meninggal dunia. Jumlah kasus yang sembuh juga cukup banyak.

Tren penambahan kasus Covid-19 di Indonesia tercatat tinggi dibandingkan negara Asia lainnya. Hal itu semestinya menjadi kewaspadaan, bukan malah menghambat pekerjaan petugas di posko Covid-19.

Setelah Solo dan Sekitarnya, Kini Dentuman Misterius Terdengar di Bandung

Merujuk data Endcoronavirus (ECV), jika dibandingkan dengan kurva virus corona Singapura, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Vietnam, hanya Indonesia yang kurvanya melonjak tanpa penurunan signifikan.

Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini menilai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) paling buruk dibanding negara-negara Asia Tenggara.

“Dengan melihat fakta yang ada dan kurva yang masih terus meningkat, maka atas dasar apa wacana dan rencana pelonggaran akan dilakukan? Baru wacana saja sudah semakin tidak tertib dan PSBB dilanggar secara massal di berbagai kota di Indonesia tanpa bisa diatur secara tertib oleh pemerintah,” kata Didik dalam pernyataan tertulisnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho