Tutup Iklan
Ilustrasi pemungutan suara (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kontestan Pilkada Wonogiri 2020 dari jalur independen atau perseorangan membutuhkan sedikitnya 66.000 salinan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti syarat dukungan.

Syarat dukungan itu harus disertakan dalam berkas pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk kemudian diverifikasi. Penetapan soal jumlah minimal dukungan untuk calon independen baru diumumkan 26 Oktober mendatang.

Jumlah itu dihitung menurut aturan penghitungan syarat minimal dukungan berdasarkan UU No. 10/2016 Pasal 41, PKPU No. 3/2017 Pasal 10, dan PKPU No. 15/2017 Lampiran 1.

Dalam aturan itu disebut kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat dalam DPT Pemilihan terakhir lebih dari 250.000 jiwa sampai dengan 500.000 jiwa harus didukung paling sedikit 7,5 persen.

Jumlah DPT Wonogiri pada Pemilu 2019 mencapai 869.824 jiwa. “Ketentuan lainnya adalah untuk jumlah DPT di atas 1 juta jiwa, jumlah dukungannya minimal 6,5 persen. Aturan ini masih ganda. Aturan soal jumlah minimal dukungan ini baru akan diumumkan 26 Oktober nanti,” kata Komisioner KPU Wonogiri, Wahyu Nurjanah, Kamis (17/10/2019).

Tak hanya itu, pemenuhan persyaratan minimal dukungan ini terpisah dengan tahapan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati melalui jalur independen. Pendaftaran melalui jalur independen dilakukan setelah persyaratan minimal dukungan terpenuhi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ada seorang pengusaha properti yang berniat mencalonkan diri melalui jalur independen yakni Hartono. Hartono menyatakan tidak gentar menghadapi aturan itu.

Ia menyatakan hingga hari ini ada 50.000 warga yang menyatakan diri siap mendukungnya hingga pemilu berakhir. Mereka tidak akan lari meski menerima tekan politik atau ada politik uang.

“Sejauh ini mereka menyatakan sanggup mendukung saya,” ujar dia.

Ia menjelaskan pencalonannya melalui jalur independen juga mendapatkan dukungan dari 200-an pengusaha besar asal Wonogiri. Para pengusaha itu menyatakan siap mendukung tanpa pamrih.

Para pengusaha itu menghendaki Hartono maju lantaran ingin adanya perubahan. “Saya enggak meminta. Mereka yang siap mendukung saya,” tutur dia.

Tak hanya itu, sejauh ini juga ada tiga parpol yang intensif berkomunikasi dengan dirinya. Parpol-parpol itu tengah mengusulkan namanya ke pimpinan pusat agar parpol bisa mengusung dirinya menjadi kontestan Pilkada Wonogiri 2020.

Namun, ia enggan menyebutkan parpol yang hendak mengusungnya itu. “Hanya untuk memastikan saya bisa mencalonkan diri baik independen maupun parpol. Proses lobi sudah berjalan,” urai Hartono.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten