Liga 3: Askab PSSI Klaten Tampik Persulit Galuh United
Klaten Galuh United (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN — Askab PSSI Klaten membantah telah merintangi Klaten Galuh United untuk mengikuti Liga 3 2020. Askab menegaskan terbuka bagi semua klub di Klaten yang ingin tampil di kompetisi resmi PSSI selama sesuai regulasi.

Pangkal persoalan selama ini diklaim lantaran permintaan Galuh United bermarkas di Stadion Trikoyo yang tidak bisa dipenuhi Askab. Sebelumnya, manajemen Galuh United menyebut kesulitan mendapat rekomendasi dari Askab sehingga keikutsertaan mereka di Liga 3 Jawa Tengah masih buram. Klub berjuluk Kidang Milar itu mulai mempertimbangkan merger dengan BJL 2000 Semarang agar dapat ikut berkompetisi.

Artis Yang Terlibat Kasus Pembobolan Kartu Kredit Bertambah

Sekretaris Askab PSSI Klaten, Budi Santoso, mengatakan pihaknya tak pernah mempersulit Galuh United untuk berpartisipasi di Liga 3 musim ini. Askab, imbuhnya, justru mendukung karena keberadaan Galuh United dapat menggairahkan iklim persepakbolaan di Kota Bersinar.

Menurut Budi, persoalan muncul ketika manajemen Galuh United meminta Stadion Trikoyo sebagai homebase tim musim ini. “Kami memang tidak bisa memberikan izin homebase karena itu bukan kewenangan kami, melainkan Pemkab. Jadi jangan dibawa ke urusan politik,” ujar Budi saat dihubungi Solopos.com, Rabu (26/2/2020).

Kodir Pahlawan SMPN 1 Turi Diundang Hitam Putih, Warga Gotong Royong Rawat Sapinya

Budi menjelaskan penentuan homebase tim bukanlah perkara sederhana karena Klaten juga memiliki klub yang sudah lebih awal berdiri, PSIK. Klub berjuluk Harimau Merapi itu, sebut Budi, juga berencana ikut Liga 3 2020 setelah absen musim lalu.

Budi mengatakan pihak terkait akan sangat berhitung soal pemberian izin atau rekomendasi terkait pemanfaatan Trikoyo sebagai homebase. “Jangan sampai ada kesan klub tertentu dianakemaskan.”

Pihaknya justru mendorong Galuh United membangun stadion atau lapangan sendiri di Klaten. Sejauh ini anak asuh Gilang Cahyo Utomo menggunakan Lapangan Kemudo, Prambanan, untuk lokasi latihan rutin. Sementara itu, Manajer Galuh United, Suradi, masih menimbang sejumlah opsi apabila tidak diizinkan bermarkas di Trikoyo.

Pegawai Pos Demo, Tantang Erick Tohir untuk Ketemu

Stadion Sriwedari, Solo, menjadi salah satu alternatif markas Kidang Milar. “Kami juga mulai mencari tanah di Klaten untuk membangun stadion. Ini menjadi bukti keseriusan kami untuk ikut berkiprah di kompetisi resmi,” ujar Suradi.

Klaten Galuh United adalah tim bola bentukan pengusaha Klaten, One Krisnata. One pernah menjadi calon Bupati Klaten pada Pilkada 2015 berpasangan dengan Sunarto. Kala itu mereka kalah tipis dari pasangan Sri Hartini-Sri Mulyani. One rencananya akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho