Libur Panjang Akhir Tahun, Wali Kota Solo Minta Warga Tak Mudik Dulu

Satgas Covid-19 Solo mencatat tambahan kasus cukup tinggi pada Jumat (20/11/2020) yang mencapai 100 kasus baru.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi melawan Covid-19. (freepik)

Solopos.com, SOLO — Libur panjang akhir tahun dikhawatirkan bakal berdampak pada kenaikan persebaran virus SARS CoV-2. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir 2020 seiring lonjakan kasus Covid-19 yang dalam beberapa waktu terakhir disebabkan libur panjang.

Inspiratif! Warga Tangen Sragen Gotong Royong Bantu Keluarga yang Positif Covid-19

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo sepakat dengan wacana tersebut. Kendati wacana pengurangan libur akhir tahun belum diputuskan, dia meminta warganya tak bepergian ke luar kota.

Sebaliknya, bagi warga Solo yang berada di luar kota diimbau tak mudik. “Kami imbau untuk tidak pergi ke luar kota dulu, supaya tidak berpotensi terpapar Covid-19 di luar kota. Kami juga berharap warga juga tidak mudik dulu [ke Solo] sebelum pandemi Covid-19 ini bisa dikendalikan. Sambil menunggu vaksin yang sudah direncanakan pemerintah pusat. Jadi sama-sama adil karena warga Solo tidak ke luar kota, yang luar kota jangan mudik ke Solo dulu,” kata dia, kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (25/11/2020).

Rudy menyebut pernyataan itu sekadar imbauan atau bukan larangan. Pihaknya tak bisa mengontrol keinginan setiap orang namun paling tidak imbauan tersebut bertujuan demi kepentingan bersama. Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Bengawan mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir.

Ada Klaster Ponpes di Kartasura, Positif Covid-19 di Sukoharjo Tembus 1.628 Kasus

Tekan Lonjakan Kasus

Tepatnya dua pekan setelah libur panjang akhir pekan Oktober. Jumlah kasus meningkat hingga tiga digit dalam sehari. Ia mengakui lonjakan juga merupakan dampak tracing masif yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo.

Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan kasus cukup tinggi pada Jumat (20/11/2020) yang mencapai 100 kasus baru. Sebelumnya, rekor paling banyak terjadi pada Minggu (15/11/2020) di mana klaster keluarga membuat catatan harian menembus 106 kasus. Pihaknya bakal menyusun Peraturan Walikota (Perwali) baru guna menekan lonjakan kasus, atau paling tidak mengurangi angka kematian.

KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo terkait Ekspor Benih Lobster

Peraturan tersebut bakal memperketat kegiatan masyarakat. “Surat Edaran [SE] yang setiap dua pekan diperbarui itu kan bakal selesai masa berlakunya pada 26 November. Nah, kami akan perbarui lagi. Entah batasan umur kunjungan ke mall dan tempat publik bakal diperketat lagi atau sampai Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PKM]. Masyarakat kalau ingin tidak ada PKM, ya, harus menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya,” tandas Rudy.

Berita Terbaru

Anggap PPKM Efektif Tekan Covid-19, Sragen Dukung Perpanjangan

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Pasalnya, Pemkab Sragen menganggap PPKM efektif menekan...

Tempat Hiburan Sukoharjo Tutup Total Sampai 31 Januari 2021

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo mewajibkan seluruh tempat hiburan umum tutup hingga 31 Januari 2021. Tempat hiburan ini meliputi...

Jangan Lengah! Vaksinasi Covid-19 Tak Lantas Bikin Orang Jadi Kebal

Solopos.com, KLATEN -- Pemberian vaksin atau vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi dinilai sangat penting dilakukan. Namun meski ditujukan menekan...

Halau Covid-19, Tak Sembarang Tamu Bisa Masuk Kejari Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Kejaksaan Negeri atau Kejari Sragen menerapkan tatanan baru dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Sejumlah tempat cuci...

Patuhi Protokol Kesehatan Lur, Bed Isolasi Covid-19 di 3 RS Wonogiri Penuh!

Solopos.com, WONOGIRI — Tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit (RS) rujukan di Wonogiri nyaris...

Pabrik di Wonogiri Boleh Beroperasi Selama PPKM, Asal...

Solopos.com,WONOGIRI -- Pabrik di Wonogiri tidak mengurangi jam operasional selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun protokol kesehatan harus...

Satpol PP Karanganyar Minta Jogo Tonggo Ikut Awasi Pedagang

Solopos.com,  KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar mengajak Satgas Jogo Tonggo untuk berkolaborasi mengawasi warung dan angkringan saat malam hari...

Warga Isolasi Mandiri Karena Covid-19 di Jetis Karanganyar Dapat Rp20.000 Per Hari

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Karanganyar, memiliki strategi khusus merawat warga yang menjalani isolasi mandiri karena...

Deteksi Dini Penularan Covid-19 di Sukoharjo Makin Agresif

Solopos.com, SUKOHARJO – Upaya deteksi dini penularan Covid-19 di Sukoharjo kian agresif dengan melakukan uji swab dan rapid test....

Satgas Covid-19 Solo: Dampak PPKM Baru Bisa Dirasakan 2 Pekan Lagi

Solopos.com, SOLO -- Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakata atau PPKM pada...