Laki-Laki Asia Lebih Mudah Tertular Virus Corona, Ini Penjelasannya
Staf medis merawat pasien yang terjangkit virus Corona, di Central Hospital di Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020) menurut foto yang diunggah di media sosial. (Antara/Reuters)

Solopos.com, JAKARTA -- Teka-teki apakah laki-laki lebih mudah terpapar virus Corona daripada perempuan terjawab. Pakar kesehatan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI) memaparkan risiko laki-laki terinfeksi virus Corona jauh lebih besar daripada wanita.

Spesialis Mikrobiologi RSUI Fera Ibrahim mengatakan berkaca pada kasus SARS yang disebabkan virus Corona jenis lain, reseptor atau penerimaan terhadap enzim pengubah angiotensin atau angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) pada laki-laki lebih banyak daripada wanita.

Saat virus SARS muncul, ternyata reseptor ACE2 lebih banyak ada di laki-laki daripada perempuan. Selain itu reseptor ini juga lebih banyak ditemukan pada ras Asia dibandingkan kulit putih dan hitam.

Hoaks Video Driver Ojol Korban Klithih di Godean Sleman, Sopir Taksi Online Diciduk

Sifat virus secara umum akan menginfeksi sel-sel di dalam tubuh kemudian mereplikasi atau menggandakan dirinya. "Untuk masuk ke sel ada reseptor. Virus Corona mirip SARS, ada reseptor yang namanya ACE2. Reseptor ini ada di nasofaring hingga otak. Tetapi yang paling banyak di sel epitel paru sehingga tampak seperti infeksi saluran napas dan diare," jelasnya di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Fera menambahkan perubahan iklim bisa saja menjadi salah satu penyebab munculnya virus Corona. Namun dia menduga kemungkinan munculnya virus Corona novel di Wuhan, China, terjadi karena perubahan di ekosistem mereka sendiri.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Paru RSUI, Raden Rara Diah Handayani mengatakan angka kematian dari orang yang terjangkit virus Corona lebih kecil dibandingkan dengan virus flu burung atau H5N1.

“Flu burung angka kematian 80% lebih mengerikan dari Corona. Namun transmisi Corona cepat. Corona kematian 3%. Chance untuk sembuh tinggi,” jelasnya.

Diterpa Hoaks Bakso Tikus, Warung Sugeng Madiun Ramai Lagi

Hingga hari ini, Selasa, total korban jiwa akibat virus Corona mencapai 425 orang. Sebagian besar dari korban itu meninggal di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Dilansir worldometers.info, hingga saat ini ada 2.790 pasien virus Corona yang dalam kondisi kritis dan 653 pasien sembuh. Di seluruh China pada Senin (3/2/2020), ada 3.235 orang lagi yang dipastikan terinfeksi sehingga jumlah total pengidap virus sejauh ini mencapai 20.438 orang.

Diah menerangkan pada kasus virus Corona, risiko kematiannya terjadi pada 9 hari setelah dinyatakan terjangkit atau dalam tahap Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), yakni ketika kondisi pernapasannya buruk atau mengalami gagal nafas. Sementara pada flu burung, risiko kematian muncul pada 5 hari setelah virus itu menyerang tubuh manusia.

Bertemu DPP PDIP: Rudy Siap Menangkan Calon yang Dapat Rekomendasi

Pada dasarnya, perkembangan virus bisa dilumpuhkan tergantung pada daya tahan tubuh manusia itu sendiri. Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan virus asal dalam kondisi optimal.

Supaya optimal, orang yang memiliki gejala terpapar virus Corona novel harus diberi terapi seperti cairan dan makanan cukup. Kalau ada batuk harus diberi obat batuk supaya mengurangi frekuensi batuk. Kalau batuknya berdahak, pasien perlu mengkonsumsi obat pengencer dahak supaya dahak keluar sehingga paru-paru membaik.

“Pasien bisa sembuh, iya karena makin lama-kelamaan terapi suportif yang bagus itu, maka jumlah virusnya habis sendiri, mati sendiri,” jelasnya.

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho