Lagi, Pabrik Bantal dan Guling di Sragen Terbakar
Sejumlah sukarelawan berusaha memadamkan api yang membakar industri guling dan bantal di Dukuh Kuyang, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Sragen, Rabu (21/10/ 2020). (Istimewa/Dinas Satpol PP dan Damkar)

Solopos.com, SRAGEN -- Kebakaran hebat kembali terjadi di Sragen. Kali ini melanda pabrik bantal dan guling yang berlokasi di RT 05, Dukuh Kuyang, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Sragen, Rabu (21/10/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran pabrik bantal itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Bangunan pabrik tersebut diketahui milik Basuki, 77, warga Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, RT 08, Kecamatan Tanon, Sragen. Pabrik tersebut disewa oleh Triyanto, 40, warga Dukuh Kuyang untuk usaha produksi bantal dan guling.

Peristiwa itu terjadi ketika empat karyawan bantal dan guling itu sibuk bekerja. Pada saat itu, mereka dikagetkan dengan munculnya percikan api dari sebuah mesin pencacah kapas. Dalam waktu sekejap, kobaran api kemudian menyambar tumpukan karung berisi kapas. Hal itu membuat api cepat membesar dan menghanguskan bangunan pabrik guling dan bantal tersebut.

Pendaftaran PTPS di Sragen Diperpanjang Lagi hingga Senin (26/10/2020)

“Warga panik karena lokasi kebakaran itu dekat dengan rumah warga sekitar. Bahkan, satu rumah yang berjarak sekitar 1,5 meter sudah kena imbasnya. Bagian atap dan jendelanya itu terbakar. Saya sendiri sampai basah kuyup karena ikut memadamkam api,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Pantirejo, Akhmad Setyobudi, kepada Solopos.com seusai kejadian.

Pabrik guling dan bantal di Dukuh Kuyang, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Sragen, terbakar, Rabu (21/10/
2020). (Istimewa/Dinas Satpol PP dan Damkar)

Bantuan Sukarelawan

Warga yang kesulitan memadamkan api secara manual meminta tolong Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar). Tak lama kemudian, tim damkar tiba di lokasi. Sejumlah sukarelawan dari berbagai lembaga seperti PMI, PSC 119, SAR Himalawu, KWS, Santana, BPBD, TNI, Polri dan lain-lain turut serta membantu memadamkan si jago merah. Berkat mereka, kobaran api sudah bisa dijinakkan sehingga tidak merembet ke rumah warga sekitar.

Satgas Desa di Sragen Tegakkan Protokol Kesehatan di Tempat Hajatan

Selain membakar bangunan pabrik seluas sekitar 10 meter x 10 meter persegi, api juga menganguskan bahan baku pembuatan bantal, peralatan pembuatan bantal seperti mesin pencacah kapas, mesin jahit dan beberapa ponsel milik karyawan. “Indikasi sumber api dari mesin pencacah kapas. Kerugiannya belum bisa ditaksir,” papar Kepala Satpol PP dan Damkar, Heru Martono.

Pada akhir Agustus lalu, kebakaran hebat juga melanda sebuah gudang pabrik bantal dan guling di Dukuh Macanmati, RT 11, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen. Percikan api yang menghanguskan gudang pabrik bantal dan guling milik Gunarto, 40, juga berasal dari mesin pencacah kapas yang mengalami konslet.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom