Satgas Desa di Sragen Tegakkan Protokol Kesehatan di Tempat Hajatan

SOLOPOS.COM - Petugas Satgas Pencegahan Covid-19 memeriksa suhu badan warga dengan thermo gun saat ada hajatan di Desa Sambi, Sambirejo, Sragen. (Istimewa/Satgas Desa Sambi)

Solopos.com, SRAGEN — Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah warga menggelar hajatan dengan aturan ketat, seperti di wilayah Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 desa setempat menegakkan protokol kesehatan dengan pemeriksaan suhu badan hingga pengarahan untuk wajib melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) di tempat hajatan.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kresna Widya Permana, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (16/10/2020).

Ahli Malaysia Yakin Bungkus Makanan Tak Tularkan Covid-19

Kresna menerangkan peran Satgas Covid-19 di tingkat desa sekarang lebih pada penegakan protokol kesehatan, khususnya di tempat hajatan warga.

Lebih lanjut, Kresna menyatakan dalam penyelenggaraan hajatan, warga dilarang mengadakan pentas hiburan, seperti campurcari, karawitan, dan sejenisnya.

“Satgas sampai terlibat langsung dalam pembentuukan kepanitiaan dalam acara hajatan itu. Ketika pelaksanaan hajatan, Satgas bergerak minimal satu tempat hajatan ada dua orang petugas. Ketika terjadi tamu yang datang pulang pergi atau mbanyu mili maka tugas pengawasan protokol kesehatan diserahkan kepada karang taruna lingkungan setempat,” jelas Kresna.

Bisa Dicontoh, Ini Kebiasan Orang Sukses yang Bisa Kalian Lakoni

Kresna menerangkan tugas dua anggota Satgas di tempat hajatan itu memastikan protokol kesehatan ditaati benar sebagai pencegahan Covid-19. Setiap tamu yang datang, kata dia, dipastikan pakai masker dan cuci tangan dengan air mengalir.

Selain itu, Kresna menerangkan setiap orang juga diperiksa suhu badannya serta tangannya disemprot dengan hand sanitizer. Bila ada yang menyalahi protokol kesehatan, ujar dia, warga diperingatkan dan sesegera mungkin melakukan 3M.

“Kami sudah membentuk satu kebayanan dua orang petugas Satgas Covid-19 plus delapan orang petugas cadangan. Total ada 16 orang anggota Satgas yang bertugas. Dalam pelaksanaannya terus dilakukan evaluasi," beber dia.

Protokol Kesehatan Menjadi Kebiasaan

Semua itu dilakukan, ujar dia, untuk mengubah perilaku masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Dia menginginkan protokol kesehatan itu menjadi kebiasaan karena saat ini masyarakat masih berhadapan dengan Covid-19.

Sementara itu di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, memiliki strategi yang berbeda dalam pencegahan Covid-19.

Kepala Desa Jambanan, Sidoharjo, Sugino Welly, mengatakan Satgas desa dalam pencegahan Covid-19 bertugas mendeteksi setiap warga yang hendak ke luar kota.

Polisi Kantongi Identitas Jenazah Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Dia mengatakan warga yang mau ke luar kota atau pulang dari luar kota wajib melapor ke desa karena posko Satgas Covid-19 ada di balai desa.

Dia mengungkapkan laporan itu digunakan untuk mendeteksi warga yang terindikasi Covid-19 karena orang dari luar kota itu berisiko tertular Covid-19.

“Laporan itu dikenakan kepada warga dalam desa atau dari luar desa yang masuk ke desa kami. Laporan bisa dilakukan lewat grup Whatsapp agar bisa terpantau,” ujarnya.

Berita Terbaru

Karanganyar Latih Satgas Covid-19 Mandiri, Ini Tujuannya…

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar berencana melatih personel satuang tugas Covid-19 yang bertugas secara mandiri....

Di Karanganyar, Uji Kir Wajib Protokol Covid-19

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Perhubungan Karanganyar menerapkan aturan ketat sesuai protokol pencegahan virus corona jenis baru. Bahkan dalam melayani...

Capaian Tes Swab Klaten Per Pekan Melebihi Target

Solopos.com, KLATEN – Satgas Penanganan Covid-19 Klaten terus memperluas tes swab virus corona hingga disebut-sebut sudah melebihi target per...

Di Sragen, Kecurangan Ujian CBT Ditangkal Pakai Cara Ini…

Solopos.com, SRAGEN — SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen menjadi satu-satunya sekolah yang mengembangkan ujian semester secara dalam jaringan atau...

Imbauan Jemput Siswa Ikuti Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Klaten

Solopos.com, KLATEN — Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas mulai diberlakukan di tingkat sekolah dasar di Klaten, Jawa Tengah,...

Di Sragen, Aparat Tak Bosan Adang Warga Tanpa Masker

Solopos.com, SRAGEN — Aparat di Sragen tak bosan-bosan mengadang warga tanpa masker meskipun awan putih menggelayut di wilayah Gemolong....

Berat Lur! Sanksi Bersihkan Sungai Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Solo Ditambah Dari 15 Menit Jadi Sehari

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyiapkan aturan baru yang memperberat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan....

Libur Akhir Tahun, Pemkab Boyolali: Jangan Lupa Protokol Kesehatan!

Solopos.com, BOYOLALI -- Kasus baru Covid-19 di Boyolali masih terus bermunculan hingga awal pekan ini. Masyarakat pun diimbau untuk...

Angkat Kesenian di Tengah Pandemi Covid-19, Karang Taruna Doho Wonogiri Gelar Lomba

Solopos.com, WONOGIRI — Karang Taruna Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, menggelar lomba kesenian. Kegiatan ini bertujuan agar wagra...

Gubernur Jateng Klaim Sudah Lama Ingin Donohudan Isolasi Covid-19

Solopos.com, SEMARANG —  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyetujui usul Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo untuk menjadikan Asrama...