Tutup Iklan
Suasana Umbul Pelem, Desa Wunut, Tulung, Klaten, berisi sejumlah kolam renang dengan airnya yang jernih, Sabtu (2/11/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, memperkaya khasanah wisata air di Klaten. Objek wisata yang bersebelahan dengan Umbul Manten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, itu kini dilengkapi aneka wahana.

Hal itu belum ditambah dengan aneka kuliner yang bisa disantap sambil menikmati pemandangan. Aneka kuliner itu bisa dinikmati di deretan kios di objek wisata itu.

Salah satu kuliner khas di objek wisata itu yakni pecel cenil atau jembak. Cenil merupakan jenis tanaman selada air yang tumbuh subur serta menjadi ciri khas tanaman di Umbul Pelem.

Boyolali Undercover: Muda-Mudi Pacaran Ngamar di Hotel Part 1

Di antara kios kuliner di objek wisata air itu, warung Mbak Ika menjadi salah satu warung yang menjual pecel cenil. Pecel yang dijual di warung tepi kolam renang itu berisi aneka sayuran rebus yakni kacang panjang, cenil, taoge, disiram sambal pecel serta ditaburi bawang goreng.

Sajian pecel kian lengkap dengan aneka gorengan serta minuman yang dijajakan di warung tersebut. Pecel cenil di warung Mbak Ika dijual mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi.

“Kalau tanpa nasi Rp5.000, dengan nasi Rp7.000, sementara kalau ditambahi telur Rp10.000 per porsi,” kata pemilik warung, Ika Sulistyani, 37, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (2/11/2019).

4 Toko di Matesih Karanganyar Terbakar

Ika mengakui pecel cenil menjadi kuliner yang paling diburu para pengunjung objek wisata itu. Saban pagi pengunjung yang sudah membanjiri Umbul Pelem untuk terapi kesehatan mendatangi warungnya demi sarapan pecel cenil.

Ika Sulistyani, 37, salah satu pedagang di Umbul Pelem, Desa Wunut, Tulung, Klaten, menunjukkan seporsi pecel cenil yang dia jual, Sabtu (2/11/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Ika Sulistyani, 37, salah satu pedagang di Umbul Pelem, Desa Wunut, Tulung, Klaten, menunjukkan seporsi pecel cenil yang dia jual, Sabtu (2/11/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Begitu pula saat akhir pekan banyak pengunjung yang berdatangan ke warungnya demi menikmati pecel buatannya. Ika menjelaskan cenil yang dia masak berasal dari kebun keluarganya.

Lokasinya berada di belakang warung. Tak ada bahan kimia atau perlakuan khusus untuk membudidayakan cenil. Selada air tersebut tumbuh subur selama ada aliran air.

Gamelan Ditabuh, Sekaten Solo Dimulai

“Selama aliran air lancar perkembangan cenil bagus. Ini sudah ada sejak nenek saya dan cenil sendiri menjadi ikon di Umbul Pelem. Selama ini cenil diambil para bakul untuk dijual kembali ke pasar. Sekarang, sebagian saya manfaatkan untuk berjualan pecel,” jelas Ika.

Kuliner itu melengkapi daya tarik objek wisata Umbul Pelem. Saat ini, di Umbul Pelem ada kolam renang dengan kedalaman yang menawarkan kejernihan air.

Flying fox yang melintang di atas umbul kian melengkapi objek wisata tersebut. Wahana baru juga masih dalam proses pembangunan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten