Tutup Iklan

Unik, Begini Cara Warga Cawas Klaten Suarakan Ironi Kekeringan di Kota Seribu Mata Air

Warga Burikan, Cawas, Klaten, memiliki cara unik untuk menyuarakan soal kekeringan.

 Pelaksanaan Gora Swara Nusantara (GSN) ke-4 di Burikan, Cawas, Klaten, Minggu (3/11/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Pelaksanaan Gora Swara Nusantara (GSN) ke-4 di Burikan, Cawas, Klaten, Minggu (3/11/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Warga dan pencinta seni-budaya di Burikan, Cawas, Klaten, memiliki cara unik untuk menyuarakan soal kekeringan di wilayah mereka.

Areal persawahan Burikan yang kering dan gersang mereka jadikan panggung refleksi, Minggu (3/11/2019) siang. Mereka menyuarakan ironi masih adanya kekeringan di kabupaten yang dikenal sebagai kota seribu mata air (umbul).

Apalagi Klaten juga selalu menjadi penopang lumbung pangan nasional. Namun, di berbagai daerah Klaten mengalami nasib kurang baik, yakni gagal panen karena terdampak musim kemarau panjang.

Boyolali Undercover: Muda-Mudi Pacaran Ngamar di Hotel Part 1

Refleksi itu dikemas dalam acara Gora Swara Nusantara (GSN) yang diawali dengan kirab budaya dari Taman Burikan ke areal persawahan berjarak kurang lebih 300 meter.

Sejumlah perempuan muda berjalan menyusuri pematang sawah membawa kendi. Berbagai kendi itu berisi air dari berbagai penjuru mata air di Klaten, di antaranya Umbul Pluneng, Umbul Brondong, Umbul Sigedang, dan umbul lainnya.

Di belakang para perempuan pembawa kendi itu ada peserta kirab lainnya termasuk pengusung ogoh-ogoh. Warga Burikan dan sekitarnya antusias menyaksikan kirab seni dan budaya tersebut.

Gamelan Ditabuh, Sekaten Solo Dimulai

Di lokasi GSN yang sudah kali keempat digelar itu, kendi berisi air yang dibawa para perempuan tersebut disiramkan ke permukaan sawah. Harapannya, prosesi tersebut menjadi simbol dapat tercukupinya kebutuhan air di persawahan Klaten bagian selatan dan timur.

Setelah sawah disiram, seniman dan budayawan mulai unjuk gigi. Selain tarian, para seniman dan budayawan memanfaatkan alat musik tradisional hingga modern selama acara berlangsung.

“Paradoks Kota Seribu Umbul sengaja kami angkat di sini. Ratusan hektare sawah yang ditanami padi gagal panen. Di Burikan terdapat 75 hektare sawah yang gagal panen. Kami mengumpulkan air di berbagai daerah [disiramkan ke Bumi Burikan]. Dari sini terumus srawung sedulur banyu,” kata perwakilan dari panitia penyelenggara GSN ke-4, Iksan Hartanto, di sela-sela acara.

4 Toko di Matesih Karanganyar Terbakar

Kepala Desa (Kades) Burikan, Suroto, mengungkapkan kondisi tanah Burikan selama musim kemarau memang kering kerontang. “Gora Swara ini diisi sanggar kesenian di Klaten. Hal itu termasuk dari Burikan sendiri,” katanya.

Salah seorang perwakilan peserta dari Gatak, Delanggu, Supriyono, 52, mengaku tertarik mengikuti kegiatan GSN ke-4. Dia berharap persatuan dan kesatuan antarwarga tetap terjaga bagaimanapun situasinya.

“Kami menyuguhkan ogoh-ogoh dan kendi raksasa. Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat persatuan dan kesatuan antarwarga tetap terjaga,” katanya.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

Kodim Karanganyar Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Sebanyak 3 Truk

Bantuan sebanyak tiga truk dari Kodim dan warga Karanganyar dikirimkan pada Rabu (6/12/2021) untuk korban erupsi Semeru.

23 Adegan Rekonstruksi Ungkap Proses Pembuangan Bayi Nguter Sukoharjo

Polisi menggelar rekonstruksi yang terdiri atas 23 adegan proses pembuangan mayat bayi dalam kardus di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

PPKM Level 3 Batal, PHRI Karanganyar Harap Kebijakan Tidak Berubah Lagi

Pembatalan PPKM level 3 disambut positif oleh pelaku usaha pariwisata di Karanganyar. Mereka berharap kebijakan ini bisa mengangkat ekonomi khususnya di sektor pariwisata.

Akui Salah, Bakul Tengkleng Viral Solo Baru Mulai Benahi Cara Berjualan

Bakul tengkleng di Solo Baru, Sukoharjo, yang viral gara-gara review jelek warganet mengakui salah dan mulai berbenah dan mengubah cara berjualannya.

Kebijakan Soal Awal Semester Genap Sekolah di Karanganyar Bisa Berubah

Disdikbud Karanganyar untuk sementara masih menetapkan kebijakan awal semester genap sekolah dimajukan pada 20 Desember 2021.

Habis Bongkar Madu, Sopir Truk Gunungkidul Meninggal di Karangpandan

Sopir truk asal Gunungkidul, DIY, mengeluhkan gejala seperti masuk angin saat menginap di Tawangmangu, Karanganyar, sesuai membongkar muatan madu. Ia kemudian meninggal tak lama setelahnya.

Dinilai Lebih Aman, PLN Solo Dorong Industri Akses Layanan Premium

PLN UP3 Solo mendorong industri mengakses layanan premium guna menjamin pasokan listrik yang minim gangguan.

PLN Solo: Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Bakal Terus Ditambah

PLN Solo berusaha mendorong terwujudnya ekosistem kendaraan listrik dengan terus menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, UT Pionir Pembelajaran Jarak Jauh

Universitas Terbuka (UT) menjadi pionir perguruan tinggi yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh di Indonesia

BIN Sisir Ampel Boyolali untuk Vaksin Warga dari Pintu ke Pintu

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) kembali menggenjot vaksinasi di Kecamatan Ampel, Boyolali.

Wajib Dikunjungi, Kota Solo Ternyata Punya 18 Museum Lho

Dinas Kebudayaan Kota Solo meluncurkan gerakan wajib kunjung museum baik museum milik pemerintah maupun swasta, khususnya bagi pelajar.

Terjangkau, Segini Tarif Liburan di Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar

Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar menawarkan beragam wisata komplet dengan tarif sangat terjangkau.

Keren, Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Raih Juara I ADWI 2021

Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar meraih Juara I kategori Suvenir dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kemenparekraf.

7 Desa Wisata Jateng Meraih Penghargaan ADWI 2021, 2 dari Soloraya!

Ini daftar tujuh desa di Jawa Tengah (Jateng) yang memperoleh penghargaan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Selamat! Desa Wisata Sangiran Sragen Raih Penghargaan Kategori Homestay

Desa Wisata Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, berhasil meraih Peringkat 5 Kategori Homestay pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).