Kategori: Solo

KRL Jogja-Solo Diuji Coba untuk Umum 1 Februari 2021, Tarif Cuma Rp1


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO — Kereta api listrik atau KRL Jogja-Solo bakal menjalani uji coba untuk masyarakat umum pada 1-9 Februari 2021 mendatang. KRL yang beroperasi menggantikan KA lokal Prambanan Ekspres ini sedianya diresmikan pada 14 Februari 2021.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya, memaparkan potensi koridor Jogja Solo sangat tinggi. Menurutnya, pembangunan proyek ini membutuhkan investasi yang sangat besar senilai Rp1,2 triliun dan jangka waktunya bersifat multiyears pada 2019 - 2021.

Vaksinasi Jokowi Disebut Gagal, Ini Penjelasan IDI

Putu menjelaskan progres pekerjaan KRL memasuki tahap pengujian menyeluruh terhadap sistem yang dibangun dan safety assestment. Ini meliputi uji integrasi KRL lintas Jogja - Solo lalu sinkronisasi sarana, prasarana, dan sistem pengoperasian.

“Kami jadwalkan uji coba KRL dengan masyarakat umum pada 1-9 Februari 2021 sehingga nantinya peresmian direncanakan pada 14 Februari 2021. Sebelumnya, uji coba dengan stakeholder pada 20 - 31 Januari 2021,” ujar dia dalam webinar bertema Hadirnya KRL Yogya-Solo, Selasa (19/1/2021).

Mbak You Ramal Jokowi Lengser, Deddy Corbuzier: Cari Duit Itu

Tiket KMT dan e-Money

Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti, mengatakan tarif KRL Jogja-Solo saat uji coba adalah Rp1. Sementara tarif normalnya sama dengan KA Prameks, yakni Rp8.000.

“Tarif saat uji coba Rp1. Sedangkan tarif normalnya KRL Jogja-Solo Rp8.000. Selama masa pandemi kami terapkan pembatasan pada KRL Jogja - Solo. Penumpang maksimal 74 orang per kereta,” terang dia.

Dia menambahkan akan ada banyak perubahan dengan kehadiran KRL Jogja-Solo tersebut. Meskipun demikian, pengoperasian KRL ini tetap mengedepankan protokol kesehatan mengingat masih pandemi Covid-19.

“Ada 4 stasiun yang kami buka kembali. Jadi KRL Jogja-Solo akan menyambangi 11 stasiun, ini terdiri dari 7 stasiun yang dilewati KA Prameks sebelumnya dan 4 stasiun tambahan [Srowot, Ceper, Delanggu, Gawok]. Nantinya KRL beroperasi sebanyak 20 perjalan dengan jarak tempuh sekitar 72 menit,” ungkap dia.

Indonesia Pasar Penerbangan Paling Mematikan di Dunia, Ini Faktanya!

Wiwik menjelaskan berbeda dengan tiket KA Prameks, pada KRL nantinya menggunakan kartu multi trip (KMT), Commuterpay, dan uang elektronik bank. Selain itu, nantinya penumpang dapat melakukan pembayaran melalui QR Code. Bahkan, pengguna ponsel Android dapat menggunakan fitur NFC untuk melakukan pengecekan KMT melalui aplikasi KRL Access.

Pihaknya juga menyiapkan mesin untuk top up saldo di stasiun. Jadwalnya kemungkinan besar menggunakan jadwal KA Prameks, yakni 20 perjalanan per hari dengan perjalanan paling pagi pukul 05.15 WIB dan headway sekitar 45 menit.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan KRL Jogja-Solo merupakan aglomerasi kedua setelah Jabodetabek. Menurutnya, kehadiran KRL ini melihat potensi besar penumpang pada jalur Jogja-Solo.

Bejat! Pria Sukoharjo Tega Perkosa Bocah 12 Tahun di Karanganyar

Pihaknya memprediksi pada 2021 sebelum adanya KRL potensi penumpang pada jalur ini sebanyak 6 juta orang setiap tahunnya. Bahkan nanti pada 2035 potensinya melejit hingga 29 juta.

“Rencana pengoperasian KRL dengan kapasitas lebih tinggi dari KA Prameks. Pada tahap awal menggunakan frekuensi atau perjalanan KA Prameks diganti dengan KRL,"sambung dia.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan pada masa pandemi ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa dengan adanya KRL di Jogja - Solo. Tak dapat dimungkiri pada 2020 terjadi penurunan jumlah penumpang secara besar-besaran karena pandemi.

“KA Prameks daya angkutnya 5 juta orang per tahun. Pada Januari 315.484 penumpang lalu menurun karena pandemi. Dengan dihidupnya sejumlah stasiun baru yang disinggahi KRL, diharapkan bisa menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru,” ungkap dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita