Kritik Pacar Sahabatnya, Gadis Ini Ditembak Mati
Isabele Ramos Guimaraes ditembak mati sahabatnya karena cemburu. (The Sun)

Solopos.com, CUIABA — Seorang gadis 15 tahun menembak sahabatnya setelah dimanipulasi oleh pacarnya. Gadis itu menembak mati sahabat setelah mengkritik pacarnya yang membawa pengaruh tidak baik.

Seorang Pemilik Kios Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pasar Jeto Klaten Tutup 3 Hari

Melansir The Sun, Jumat (22/1/2021), gadis malang bernama Isabele Ramous Guimaraes pergi ke rumah sahabatnya hampir setiap hari, karena mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama. Isabela mengatakan kepada sahabatnya berada dalam hubungan tidak sehat dengan pacarnya. Menurutnya pacar sahabatnya itu manipulatif dan membuatnya menjauh dari teman-temannya.

Pembunuhan brutal itu terjadi di rumah pembunuh di Kota Cuiaba Brasil pada 12 Juni tahun lalu. Sekitar pukul 10.30 waktu setempat, Isabela ditembak temannya di kamar mandi.

Pembunuh itu mengatakan kepada polisi bahwa pistol itu ditembakkan secara tidak sengaja. Namun penyelidik kemudian memutuskan bahwa senjata itu sengaja ditembakkan. Pelaku, keluarga dan pacarnya yang berusia 16 tahun adalah penembak jitu dan berada di lokasi saat itu. Meskipun pacarnya sudah pulang beberapa saat sebelum kejadian.

Batal Dites Swab, Pengungsi Gempa Mamuju Dijemput Keluarga Dari STP Solo

Pelaku dilaporkan meninggalkan senjatanya di properti karena memiliki masalah dengans alah satunya, yang ditawarkan oleh Marcelo, ayah sang pacar untuk diperbaiki.

Gara-Gara Berselisih

Terlepas dari persahabatan anaknya itu, ibu Isabele, Patricia Hellen Guimaraes mengungkapkan bahwa gadis-gadis itu semakin jauh sejak pelaku mulai berkencan dengan pacarnya pada akhir 2019. “Isabele mengatakan kepada saya bahwa pacaran temannya itu toxic karena laki-laki itu cemburuan dan manipulative, dan membuatnya menjauh dari teman-temannya,” kata Praticia kepada BBC News Brasil tahun lalu.

Muatan Truk Tronton Berceceran Saat Kecelakaan di Karanganyar, Video Penjarahan Minuman Isotonik Viral di Medsos

“Saya tidak bisa mengatakan apakah ada kecemburuan antara pasangan itu dan Isabele, tapi putri saya sangat cantik, cerdas, dan lucu. saya tidak bisa mengatakan apa yang terjadi hari itu,” tambahnya.

Tidak jelas apakah gadis-gadis itu bertengkar beberapa saat sebelum pelatuhnya ditarik. Patricia curiga mereka mungkin memiliki perselisihan, tuduhan yang dibantah oleh pelaku. Setelah pembunuhan tersebut, orang tua pelaku, pacarnya, dan ayah pacarnya didakwa dengan berbagai kejahatan terkait insiden tersebut.

Gadis yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum itu, dijatuhi hukuman maksimal tiga tahun dalam program penjara sosial Pendidikan untuk ditinjau ulang setiap enam bulan.

Gibran Ngaku Sudah Siapkan Program 100 Hari Pertama Pimpin Solo, Apa Saja Ya?



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom