Kontak Erat di Sukoharjo Tiga Kali Lipat dari Pasien Positif, Kasus Covid-19 Bakal Meledak?
Ilustrasi tes swab Covid-19. (Reuters/Lim Huey Teng)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Jumlah kontak erat kasus Covid-19 di Sukoharjo tiga kali lipat dari jumlah pasien positif Covid-19. Jumlah akumulasi kontak erat mencapai 9.584 orang, sementara jumlah pasien positif sebanyak 3.722 orang.

Kontak erat kasus Covid-19 berpotensi menambah jumlah kasus harian positif Covid-19. Kontak erat merupakan orang yang pernah memiliki riwayat kontak dengan pasien positif. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain kontak tatap muka atau berdekatan dengan pasien positif dengan radius satu meter selama lebih dari 15 menit, dan melakukan sentuhan fisik dengan pasien positif. Begitu juga dengan orang yang merawat pasien positif tanpa memakai alat pelindung diri (APD) sesuai standar yang ditentukan.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Pastikan Tak Ada Kompensasi Untuk Pelaku Usaha Terdampak PPKM

"Ini yang perlu digarisbawahi terkait kontak erat pasien positif yang jumlahnya cukup banyak. Tiga kali lipat dibanding pasien terkonfirmasi positif," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (26/1/2021).

Yunia menyebut kontak erat pasien positif menjalani isolasi mandiri di rumah selama 10 hari. Selama masa pandemi Covid, jumlah kontak erat yang telah selesai menjalani isolasi mandiri sebanyak 5.753 orang. Saat ini, jumlah kontak erat masih 3.831 orang.

Kontak erat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, dan gangguan pernapasan, langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani uji swab. "Kendati zona oranye, tren kasus Covid-19 cenderung naik. Masyarakat harus menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air serta mejaga jarak," ujar dia.

Baca Juga: Jabatan Wardoyo Sebagai Bupati Sukoharjo Berakhir 17 September, Selanjutnya Istri yang Meneruskan

Pasien Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo ini mengatakan ada tambahan lima pasien positif yang meninggal dunia pada Senin (25/1/2021). Total pasien meninggal dunia jadi 229 orang. Hal ini menjadi cacatan serius dalam penanganan pandemi Covid-19.

Bupati Sukoharjo sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, meminta masyarakat mengefektifkan kembali Jogo Tonggo selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Upaya ini dilakukan untuk menekan laju persebaran pandemi Covid-19 dan angka kematian atau mortality rate pasien positif yang cukup tinggi di Kabupaten Jamu.

Orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo ini berharap masyarakat berkolaborasi dengan satgas demi memutus mata rantai penularan Covid-19. "Program Jogo Tonggo kembali diaktifkan guna mencegah penularan virus. Sehingga penanganan pandemi Covid-19 berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom