Konsumsi Listrik Industri di Soloraya Membaik, Pertanda Ekonomi Pulih?
Ilustrasi gardu listrik. (Pictagram)

Solopos.com, SOLO — Konsumsi listrik industri di wilayah Soloraya mulai meningkat sejalan dengan masa kenormalan baru wabah Covid-19.

Meningkatnya konsumsi listrik juga menandakan industri di Soloraya mulai aktif lagi. Dengan ini, perekonomian di Soloraya diharapkan segera pulih seperti sedia kala.

Sebelumnya, konsumsi listrik sektor ini mengalami penurunan sekitar 80 juta kWh lantaran banyak industri yang mandek gegara pandemi virus corona.

10 Berita Terpopuler: Pendaki Terperosok ke Kawah Candradimuka Lawu Dievakuasi

Manajer PLN UP3 Surakarta, Ari Prasetyo Nugroho, mengatakan terjadi penurunan konsumsi listrik sektor industri sekitar 80 juta kWh pada Mei 2020 lalu. Hal ini sebagai efek banyaknya perusahaan yang berhenti beroperasi pada masa pandemi Covid-19.

Sedangkan pada Juni 2020 penurunan konsumsi hanya 40 juta kWh. “Penurunan konsumsi membuat pendapatan PLN turun hingga Rp80 miliar pada Mei lalu. Penurunan konsumsi maupun pendapatan pada Mei yang terbesar sejak adanya wabah Covid-19,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (17/7/2020).

Mantul! Desa di Sragen Ini Pasang Internet Gratis di 30 Pos Ronda Lho

Konsumsi Listrik Bulanan Industri Capai 276 kWh

Ari menjelaskan konsumsi listrik normal bulanan untuk industri di Soloraya sebesar 276 kWh. Angka ini berkontribusi s 50% dari total konsumi listrik di wilayah PLN UP3 Surakarta.

PLN mencatat wilayah dengan industri yang paling banyak terdampak Covid-19 di Jawa Tengah adalah Sukoharjo, Salatiga, dan Semarang. Dampak tersebut sebagian besar menerpa industri pertekstilan di Soloraya.

Kendati demikian, dia menggarisbawahi sejumlah sektor bisnis masih seret. Antara lain, bisnis perhotelan yang belum beroperasi normal sepenuhnya.

Pengunjung Banyak, Pos Pemantauan Covid-19 di Jembatan Nusantara Wonogiri Buka Setiap Hari

Dia berharap konsumsi listrik pada Juli kembali ke kondisi kembali normal seiring banyaknya industri di Soloraya yang kembali beroperasi. “Kami nyalakan satu daya besar 555.000 Kva. Ini tanda-tanda industri bangkit. Setelah ini, ada tiga industri lagi yang menanti untuk dinyalakan listriknya,” imbuh dia.

Di sisi lain, adanya pandemi Covid-19 ini tidak terlalu berpengaruh pada permintaan penyaluran daya baru untuk pelanggan dari sektor industri.

PLN dari awal tahun hingga saat ini sudah menyalurkan daya kepada 10 perusahaan. Belakangan ada pengajuan permohonan penyaluran daya baru sekitar 12 perusahaan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom