Tutup Iklan

Klaten Hari Ini: 26 Oktober 2010, Wedus Gembel Turun, Warga Dievakuasi

Sebelas tahun lalu, tepatnya pada 26 Oktober 2010, awan panas atau biasa disebut wedus gembel mulai meluncur ke arah selatan dari Gunung Merapi, pada sore hari.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KLATEN – Sebelas tahun lalu, tepatnya pada 26 Oktober 2010, awan panas atau biasa disebut wedus gembel mulai meluncur ke
arah selatan dari Gunung Merapi, pada sore hari.

Solopos.com edisi Selasa (26/10/2010) mengabarkan turunnya wedus gembel terjadi sekitar pukul 17.00 WIB usai gerimis. Relawan Paguyuban Siaga (Pasag) Merapi, Ny Sukiman menjelaskan, awan panas menyerupai wedus gembel tampak kasat mata dilihat dari Dukuh Deles Desa Sidorejo Kemalang yang berjarak hanya empat kilometer dari puncak Merapi.

Baca Juga: Begini Dahsyatnya Erupsi Gunung Merapi 2010

Awan tersebut, katanya, meluncur ke arah selatan yang diprediksi menuju Kali Woro.

“Semua warga menyaksikannya. Namun warga tak panik, sebab sudah diimbau jauh hari sebelumnya dalam latihan kewaspadaan Merapi,” imbuhnya.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah warga yang rentan bencana, seperti anak-anak, balita, ibu hamil, Lansia, dan orang cacat telah diungsikan ke pos pengungsian di Balaidesa Sidorejo. Mereka diangkut oleh sedikitnya 20 transportasi swadaya masyarakat.

“Evakuasi ini murni atas swadaya masyarakat dan atas inisiatif warga,” tambahnya.

Baca Juga: Setelah Erupsi 2010, Ini Kata Pakar soal Potensi Letusan Gunung Merapi

Lantaran overload, tempat pengungsian di wilayah Keputran, Kemalang, di depan Balaidesa Keputran akhirnya dialihkan ke SD Keputran 1, SD Keputran 2 dan SMPN 1 Keputran.

Pengalihan tempat pengungsian itu lantaran tempat pengungsian becek akibat kondisi yang sering hujan dan dikhawatirkan mempengaruhi kesehatan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Selasa (26/10/2010) pukul 20.20 WIB, ribuan warga di Keputran berjubel di tempat pengungsian tersebut. Rata-rata, pengungsi itu didominasi anak-anak, ibu-ibu dan orang Lansia.

Baca Juga: ERUPSI MERAPI 2010 : Pameran Foto Mengenang Lima Tahun Erupsi Merapi

Kendaraan pengangkut pun terlihat masih lalu lalang mengangkut para pengungsi. Warga do tiga desa yaitu dari Tegalmulyo, Sidorejo dan Kendalsari mengungsi di Keputran dan Dompol. Sedangkan warga Desa Balerante mengungsi di Lapangan Bawukan.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.