Kategori: Wonogiri

Klaster Ponpes Terbanyak, Gugas Wonogiri Tambah Amunisi Untuk Tracing


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com,WONOGIRI -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri menambah sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan tracing klaster Pondok Pesantren atau Ponpes Sempon.

Pasalnya, hingga saat ini proses tracing klaster Ponpes Sempon masih terus berlangsung. Di beritakan sebelumnya, Ponpes Sempon merupakan klaster terbanyak di Wonogiri, melebihi klaster pemudik.

Sempat Menolak, Achmad Purnomo Akhirnya Mau Masuk Tim Pemenangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan proses tracing untuk klaster Ponpes Sempon masih dilakukan. Hal itu kerena banyak orang yang melakukan kontak erat dengan ustaz maupun dengan pasien positif Covid-19 yang tertular dari ustaz.

"Ini sebagai bentuk antisipasi agar klaster Ponpes Sempon segera habis. Orang yang kami tracing langsung dites swab. Istilahnya ini tracing tahap kedua," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2020).

Pemerintah Tak Sampaikan Update Harian Covid-19 Lewat Jumpa Pers, Data Kasus Bisa Dilihat di Website

Pada pekan lalu, gugus tugas berhasil melakukan tracing sebanyak 46 orang. Setelah dites swab, 26 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

Kini, jumlah orang yang dilakukan tracing belum diketahui, masih menunggu angka komulatifnya. Menurut Jekek, orang-orang tersebut nantinya juga akan langsung dites swab.

Tak Mengaku

Pada tahap awal tracing banyak orang yang melakukan kontak erat enggan mengaku. Tetapi seteleh melihat hasil tes swab yang dilakukan oleh 46 orang, saat ini banyak orang yang ingin melakukan tes swab.

"Dengan banyaknya orang yang mengaku melakukan kontak erat, kami harapkan semua bisa terdeteksi," kata Jekek.

1 Warga Positif Covid-19, Jalanan Desa Ketro Tanon Sragen Auto-Sepi, Penduduk Tak Berani Nongkrong

Di sisi lain, jumlah kasus Covid-19 di Wonogiri mencapai 60 orang. Hal itu setelah adanya tambahan tiga pasien positif pada selasa (21/7/2020).

Joko Sutopo menyampaikan ketiga pasien positif Covid-19 tersebut yakni seorang perempuan, S, 49, warga Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Kemudian laki-laki, A, 20, warga Kecamatan Puhpelem dan laki-laki, S, 46, warga Kecamatan Pracimantoro.

Perincian kasus Covid-19 di Wonogiri sendiri adalah 10 orang dirawat di rumah sakit, 31 orang menjalani isolasi mandiri di rumah, 15 orang dinyatakan sembuh dan empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi